Home » Tanaman Hias » Pupuk untuk Bunga Keladi, Kira-kira Apa yang Bagus, Ya?
Tanaman Hias

Pupuk untuk Bunga Keladi, Kira-kira Apa yang Bagus, Ya?

Ini Rekomendasi Pupuk untuk Bunga Keladi
Sumber: Wikimedia.org

Jenis pupuk tanaman itu memang sangat banyak. Sayang, nggak semuanya cocok untuk tanaman keladi. Nah, kira-kira apa ya rekomendasi pupuk untuk bunga keladi, yang bisa bikin tanaman ini jadi bagus dan subur makmur?

Ah, masalah pupuk ini kadang suka bikin kita bingung. Salah pakai, tanaman hias malah bisa mengering, sebelum akhirnya mati.

Padahal, sejatinya kita nggak perlu terlalu memusingkan soal ini, lho. Yang terpenting adalah menjaga dosis penggunaannya, agar jangan sampai terlalu berlebih, terutama jika kamu ingin menggunakan pupuk kimia.

Apalagi mengingat referensi di internet yang sudah semakin banyak saat ini. Mempelajari pupuk apa yang cocok pun menjadi lebih mudah, bahkan ini berdasarkan pengalaman-pengalaman para hobbyist itu sendiri.

Rekomendasi Pupuk untuk Bunga Keladi

Pada kesempatan kali ini, saya ingin merekomendasikan beberapa jenis pupuk terbaik untuk tanaman keladi hias atau caladium yang biasa digunakan oleh para hobbyist.

Penasaran kan? Yuk, langsung saja kita simak, apa saja pilihannya.

#1. Pupuk Kandang dan Kompos

Pertama, kita mulai dulu dengan pupuk campuran pada media tanamnya. Di sini saya akan merekomendasikan untuk menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Mana di antara keduanya yang lebih baik? Lalu seberapa banyakkah dosisnya?

Jawabannya, ini akan lebih baik jika kamu temukan sendiri. Silakan uji coba, berkreasi dengan media tanam, dan temukan komposisi terbaiknya di daerah kamu tinggal. Sebab, tiap daerah mungkin punya kecocokan yang berbeda-beda akan media tanam terbaiknya.

Cara menggunakannya:

  • Pertama, siapkan pupuk kandang atau kompos, sesuai kebutuhan.
  • Campurkan dengan media tanam lainnya.
  • Terakhir, tanam keladi hias dengan campuran media tanam +  pupuk tersebut.

#2. Pupuk Dekastar

Untuk perawatannya, biasanya saya pribadi menggunakan pupuk Dekastar pada tanaman-tanaman Araceae, termasuk keladi hias.

Dekastar sendiri merupakan jenis pupuk slow release, di mana nutrisinya akan terserap sedikit demi sedikit. Dengan begitu, pemupukan menggunakan Dekastar ini bisa dilakukan sekitar 6 bulan sekali.

Penting sekali untuk memperhatikan dosisnya. Jika tidak, maka fatal akibatnya. Tanaman bisa hangus, layu, kering, hingga akhirnya mati.

Tanaman keladi yang sudah terlanjur ‘sakit’ akibat penggunaan pupuk yang overdosis, biasanya akan sulit untuk diselamatkan. Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi sih.

Gunakan Dekastar layaknya menabur garam pada makanan. Maksudnya, ya jangan banyak-banyak. Cukup sekitar 5 sampai 10 butir saja setiap potnya. Ini tergantung ukuran pot yang digunakan serta besarnya tanaman juga, ya.

Detail langkah penggunaannya seperti ini:

  • Siapkan pupuk Dekastar secukupnya. Jangan terlalu banyak.
  • Taburkan Dekastar di permukaan media tanam, dengan mengelilingi tanaman keladi.
  • Kamu bisa menutupnya lagi dengan tambahan media, supaya pupuk tidak hanyut terbawa siraman air.

#3. Pupuk NPK

Selain Dekastar, opsi pupuk lain yang bisa digunakan adalah NPK. Pupuk ini dikenal dengan kandungan unsur N, P, dan K yang relatif lengkap.

Saya pribadi sih belum pernah coba menggunakannya untuk tanaman keladi. Jadi belum bisa memberikan gambaran jelas seperti apa hasilnya jika diberikan pupuk NPK.

Tapi, banyak juga kok para hobbyist keladi hias yang menggunakan jenis pupuk ini untuk tanaman keladinya, bahkan merekomendasikan pula untuk menggunakannya.

Jika kamu memiliki stok pupuk ini di rumah, nggak ada salahnya jika kamu tertarik untuk mencobanya.

Tapi ingat! Selalu perhatikan dosisnya, agar penggunaannya tidak sampai berlebihan.

#4. Pupuk Growmore

Selanjutnya adalah pupuk Growmore.

Growmore merupakan jenis pupuk daun lengkap yang berupa kristal berwarna biru. Cara menggunakannya adalah dengan mencampurkannya ke dalam air, lalu menyemprotkannya ke seluruh bagian keladi, baik daun maupun medianya.

Untuk mencampurkannya ke dalam air, kamu nggak butuh waktu lama. Sebab, pupuk ini sangat mudah larut dengan air, lho.

Selain itu, Growmore juga sangat mudah diserap oleh tanaman.

Karena termasuk jenis pupuk cepat urai, maka pemupukan dengan Growmore harus dilakukan secara lebih berkala. Gunakanlah pupuk ini sekitar 2 minggu sekali, mulai dari 2 minggu pertama sejak keladi ditanam.

Untuk langkah menggunakannya seperti ini:

  • Campurkan 1-2 gram pupuk Growmore ke dalam 1 liter air.
  • Larutkan campuran tersebut.
  • Semprotkan/Siram larutan pupuk ke seluruh bagian keladi, utamanya bagian daun.
  • Proses pemupukan baiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
  • Dosis bisa ditangkatkan jika dirasa kurang sempurna hasilnya.

Selain dari rekomendasi di atas, kamu juga bisa berkonsultasi dengan para hobbyist keladi hias untuk mendapatkan rekomendasi lainnya.

Apa Dampaknya Jika Menggunakan Pupuk untuk Bunga Keladi Secara Berlebih?

Dari awal, saya sudah mewanti-wanti untuk tidak menggunakan pupuk secara berlebihan.

Ngomong-ngomong, kamu paham nggak sih kenapa penggunaan pupuk itu jangan sampai melebihi dosisnya?

Yup, tentu saja ini karena penggunaan pupuk yang berlebihan bisa malah membawa beberapa dampak negatif.

Nah, berikut ini adalah beberapa dampak negatif jika kamu menggunakan pupuk secara berlebih untuk tanaman keladi hias kesayanganmu:

#1. Berbahaya Bagi Keladi

Masalah paling utama, adalah bagi kesehatan keladi itu sendiri. Jika kamu menggunakan pupuk untuk keladi secara berlebihan, maka bukan tidak mungkin jika keladi milikmu malah mengering, layu, hingga akhirnya benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi.

Hal tersebut dikarenakan penggunaan pupuk secara berlebihan bisa mengganggu keseimbangan basa pada media. Jika pH media terlalu basa, maka beberapa unsur hara pun menjadi tidak tersedia di sana.

#2. Merusak Mikroorganisme Pada Media

Selain berbahaya bagi keladi, penggunaan pupuk yang berlebih juga berbahaya bagi kehidupan mikroorganisme lainnya, di mana mereka sejatinya punya peran menguntungkan bagi tanaman yang tumbuh di atasnya.

#3. Boros Biaya Tentunya

Terakhir, dari segi biaya pun pastinya akan jadi lebih boros bukan? Mengapa kita harus buang-buang uang untuk sesuatu yang justru merugikan?

Jika kamu hanya menggunakannya untuk keladi hias di rumah, apalagi jika jumlahnya hanya segelintir saja, mungkin masalah biaya ini tidak akan begitu terasa.

Tapi, lain lagi jika koleksi tanamanmu banyak jumlahnya, apalagi kalau digunakan untuk keperluan pertanian misalnya.

Sesuatu yang berlebih sudah pasti nggak baik. Jadi, gunakanlah sesuai dosis semestinya, ya!

Jika Pupuk Terlanjur Berlebih, Lakukanlah Hal Ini

Nah, lalu apa yang harus kita lakukan, jika penggunaan pupuk untuk bunga keladi sudah terlanjur berlebihan?

Maka dari itu, satu-satunya solusi yang bisa dilakukan hanyalah segera mengganti media tanam, sebelum dampak negatifnya dirasakan oleh tanaman keladi hias tersebut.

Silakan kamu lepas keladi dari media tanam (yang mengandung pupuk berlebih), bersihkan akarnya, lalu tanam kembali keladi tersebut di media tanam baru. Dengan begitu, harapannya keladi hias tersebut masih bisa diselamatkan.

Akan tetapi, metode ini sebaiknya dilakukan segera. Jika dampak negatif dari pupuk sudah mulai terasa, daun keladi sudah mulai layu dan mengering, maka potensi selamatnya akan sangat kecil.

Akhir Kata

Begitulah kurang lebih pembahasan kita kali ini, mengenai rekomendasi pupuk untuk bunga keladi, serta informasi-informasi terkait.

Dengan adanya artikel ini, diharapkan kamu bisa memberikan pupuk terbaik untuk keladi hias yang telah kamu tanam sepenuh hati, dan tidak terkendala masalah overdosis dalam penggunaannya nanti.

Ada yang ingin ditanyakan? Silakan kirim pertanyaan kamu melalui kolom komentar yang tersedia di bawah ini, ya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

About the author

INSVIRA

Add Comment

Click here to post a comment