Home » Tanaman Hias » Yuk, Campur-Campur Media Tanam Calathea Sendiri
Tanaman Hias

Yuk, Campur-Campur Media Tanam Calathea Sendiri

Ilustrasi Penggunaan Media Tanam Calathea
Era.id

Media tanam calathea bagusnya seperti apa, sih? Salah-salah, takut tanamannya malah jadi rusak. Apalagi kalau calathea yang dirawat harganya mahal, kan.

Sebagian penghobi tanaman hias, mungkin pernah merasakan momen-momen seperti ini bukan? Yup, ketika kita bingung mencampurkan bahan-bahan apa saja sebagai media tanam untuk suatu tanaman.

Karena itulah pertanyaan soal media tanam yang bagus untuk calathea semakin sering diutarakan saat ini.

Nah, buat kamu yang juga lagi penasaran akan pertanyaan ini, kamu sudah berada di tempat yang tepat, nih. Sebab, di sini kita sama-sama akan membahasnya.

Yuk, simak!

Media Tanam Seperti Apa yang Baik untuk Calathea?

Sebelum kita mencampurkan bahan ini dan itu, kita mesti paham dulu, seperti apa sih, media tanam yang disukai oleh tanaman hias calathea?

Lagi-lagi porositas media menjadi kunci. Wajar saja, tanaman-tanaman kebanyakan pun memang menyukai media yang porous. Sebab, media yang buruk porositasnya akan mengakibatkan air siraman jadi sulit mengalir, sehingga tidak tersebar merata atau menggenang di satu titik saja.

Oh, kalau begitu, kenapa kita nggak pakai media yang sangat porous saja, seperti full pasir malang misalnya? Sayangnya ini pun tidak disarankan. Terlalu porous media yang digunakan juga sebetulnya tidak baik bagi calathea, lho.

Coba deh, lihat habitat aslinya calathea. Tanaman ini tumbuh di hutan tropis yang dikenal akan kelembabannya bukan? Bukan seperti kaktus yang tumbuh di area berpasir yang gersang dan tandus. Bahkan jika dibandingkan dengan aglaonema, calathea lebih menyukai media yang lebih lembab, lho.

Jadi, media yang terlalu porous seperti penggunaan pasir malang utuh seperti tadi, tidak cocok dengan karakteristik calathea itu sendiri. Air dan pupuk yang disiram akan terlalu cepat berlalu di media ini, sedangkan akar belum sempat untuk menyerapnya secara optimal.

Terlebih lagi, media dengan tingkat porositas tinggi semacam itu biasanya tergolong miskin unsur hara. Tanaman tidak dapat tumbuh dengan subur di sana, akibat kurangnya makanan yang ia konsumsi.

Berangkat dari faktor-faktor tersebut, maka kita mesti pintar-pintar menyeleksi, bahan apa saja yang sekiranya akan dicampur sebagai media tanam calathea.

Pastikan media tanam memiliki porositas yang baik, tetap mampu mempertahankan kelembaban, serta kaya akan unsur hara.

Jenis Media Tanam Calathea

Nah, setelah mengetahui karakteristik media tanam yang cocok bagi calathea, sekarang kita bisa mulai mencari jenis-jenis bahan yang dapat digunakan.

#1. Sekam Padi

Sekam Sebagai Media Tanam Calathea
Theredneckhippie.com

Sekam padi sering dipilih menjadi media utama bagi tanaman hias. Banyak jenis tanaman hias saat ini yang tak lagi menggunakan tanah, dan menggunakan sekam padi sebagai penggantinya. Tak terkecuali bagi calathea.

Di antara alasan mengapa sekam padi kerap menjadi pilihan, ialah karena media jenis ini memiliki porositas yang baik, gembur, namun tetap mampu mengikat air.

Sekam padi kurang lebih dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yakni:

  • Kondisi mentahan.
  • Sudah dibakar (arang sekam).
  • Sekam yang difermentasi.

Bagi calathea, penggunaan sekam mentah kurang disarankan, karena lebih rentan diserang patogen yang beresiko merusak akarnya. Untuk itu, kamu bisa gunakan sekam bakar, sekam fermentasi, atau kombinasi dari 2 jenis sekam ini.

#2. Andam

Andam untuk Media Tanam Calathea
Mulch.co.uk

Selanjutnya adalah andam. Media tanam jenis ini juga sangat digemari calathea, karena kaya akan unsur hara. Maklum saja, andam memang berbahan dasar ranting dan dedaunan kering dari pakis-pakisan, sehingga “bergizi” tinggi.

Kandungan unsur N (Nitrogen) yang terdapat pada andam sangat dibutuhkan oleh daun. Karena calathea termasuk salah satu jenis tanaman hias daun, maka pemilihan media ini sangat tepat digunakan.

Lebih dari itu, andam juga memiliki karakter yang rapuh, serta mampu menyimpan air dalam kondisi lembab (tidak banjir). Wah, semakin cocok saja dengan calathea, nih.

#3. Daun Bambu Kering

Daun Bambu
Pixabay

Daun bambu juga dapat dipilih sebagai campuran media tanamnya. Namun yang perlu diperhatikan, pastikan daun bambu yang digunakan merupakan daun yang sudah kering, serta sebisa mungkin sudah dihancurkan terlebih dahulu.

#4. Pakis Cacah

Media Pakis Cacah
Lazada

Pakis cacah adalah salah satu jenis media yang disukai calathea. Mengapa? Sebabnya ialah karena media ini bersifat porous, memiliki rongga-rongga sebagai jalan aerasi drainase, serta bagus untuk pertumbuhan akarnya.

Sesuai dengan namanya, pakis cacah ini dibuat dari sisa-sisa akar dan batang tanaman pakis yang sudah dicacah. Media ini akan cocok sekali jika digunakan sebagai pelengkap dalam sebuah komposisi media tanam calathea.

#5. Cocopeat

Cocopeat
Abahtani.com

Ada lagi cocopeat. Sebuah media tanam yang dibuat dari sabut kelapa, berwarna kecokelatan, dan mampu mempertahankan air tanpa banjir. Karena media ini mampu mengikat air dengan baik, maka cocopeat cocok sekali bagi calathea, yang notabene menyukai media lembab.

#6. Kompos

Kompos Media Tanam Calathea
Pixabay

Kompos sejatinya merupakan pupuk organik. Namun dalam pemakaiannya, kompos sering dicampurkan langsung dengan media lain, sehingga dalam hal ini ia berperan juga sebagai media tanam.

Bisa dibilang, kompos juga merupakan salah satu jenis media tanam yang paling populer digunakan, sehingga media tanam satu ini sangat mudah dijumpai di pasaran.

Mengingat bahwa kompos kaya akan manfaat, juga tak bisa dipungkiri lagi kalau media ini bisa ditemukan di daerah mana saja, maka kompos bisa menjadi pilihan campuran bahan buat calathea kesayangan kita.

Mencampurkan Media Tanam Calathea

Tidak ada rumus baku, harus berapa banyak jumlah tiap bahan media tanam yang digunakan untuk calathea. Sebab, komposisi yang dibutuhkan akan dipengaruhi lagi dengan faktor lainnya, seperti durasi penyiraman, kelembaban lingkungan, suhu, dan lain-lain.

Kalau ingin sempurna, baiknya sih, kita nekat melakukan uji coba. Selanjutnya, lakukan evaluasi setelah beberapa waktu, untuk mengetahui mana bahan media yang perlu dikurangi, dihilangkan, atau justru ditambahkan lagi.

Namun untuk memulainya, kamu bisa mengikuti dulu kebiasaan hobbyist lain dalam mencampurkan bahan-bahan media tanam bagi calathea yang dirawatnya. Misalnya:

  • Sekam bakar 2 : sekam fermentasi 2 : daun bambu 1 : kompos 1
  • Sekam mentah 6 : andam 2 : pakis cacah 1: cocopeat 1
  • Dan komposisi lainnya.

Pelengkap Media Tanam Calathea

Media tanam yang lembab memang digemari calathea. Tapi tahukah kamu, bahwa media semacam ini sering menjumpai masalah yang sama?

Iya, kelembaban tinggi memang beresiko memicu pertumbuhan jamur dan disukai beberapa jenis hama. Masalah inilah yang ditakuti para perawat calathea, sehingga mereka berpikir keras untuk mengakalinya.

Nah, guna menyelesaikan permasalahan yang terulang-ulang ini, beberapa hobbyist akhirnya menemukan solusi. Mereka menambahkan beberapa campuran ke dalam media tanam, sehingga bisa meminilisir resiko terjangkiti oleh hama tadi.

#1. Fungisida

Fungisida untuk Cegah Jamur Pada Media Tanam
Pixabay

Pertama adalah fungisida. Sesuai namanya, penggunaan fungisida bertujuan untuk mencegah pertumbuhan Fungus alias jamur pada media.

Cara menggunakannya:

  1. Campurkan media tanam yang akan digunakan.
  2. Larutkan fungisida ke dalam air dengan dosis yang ditentukan (bisa cek pada kemasan).
  3. Rendam campuran media tanam ke dalam larutan fungisida selama 15-30 menit.
  4. Tiriskan media tanam sampai air terbuang dan media tak banjir lagi.

#2. Furadan

Furadan untuk Mencegah Hama Pada Media
Pixabay

Selanjutnya adalah Furadan. Jika fungisida ditujukan untuk mencegah jamur pada media, maka Furadan lebih diarahkan untuk mencegah hama pada media, agar tidak merusak akar tanaman calathea.

Cara menggunakannya:

  1. Pemberian Furadan dapat dilakukan setelah proses perendaman dengan larutan fungisida.
  2. Campurkan Furadan ke dalam media tanam.
  3. Aduk hingga merata.
  4. Tanam calathea dengan media yang telah dicampur Furadan tadi.

Catatan: Furadan juga dapat ditaburkan langsung pada permukaan media, jika calathea sudah dalam kondisi tertanam (tidak perlu bongkar lagi).

Akhir Kata

Itulah pembahasan kita kali ini, tentang media tanam calathea.

Pada intinya, calathea menginginkan sebuah media tanam yang lembab, tapi tidak banjir, juga kaya akan nutrisi atau zat hara. Namun dalam prakteknya, kita mesti melakukan uji coba dulu dan evaluasi, guna memperoleh komposisi terbaik bagi calathea yang kita rawat.

Semoga bermanfaat.