Home » Tanaman Hias » Ini Masalah dan Penyakit Pada Daun Aglaonema yang Sering Terjadi
Tanaman Hias

Ini Masalah dan Penyakit Pada Daun Aglaonema yang Sering Terjadi

Daun Aglaonema, bisa dikatakan merupakan pusat kecantikan dari tanaman hias satu ini. Hal ini dikarenakan, tanaman hias satu ini memiliki bentuk dan corak daun yang menarik, serta tersedia dalam banyak varietas yang berbeda.

Sayangnya, ada beberapa masalah dan penyakit yang kerap dijumpai oleh penghobi pada daun Aglaonema yang mereka rawat. Hal ini sangat disayangkan, bukan? Sebab, kecantikannya sudah pasti akan terganggu.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami akan mengulas beberapa masalah yang biasa terjadi pada daun Aglaonema, lengkap beserta penyebab dan bagaimana solusi penanganannya.

Masalah dan Penyakit Pada Daun Aglaonema

Berikut ini adalah beberapa masalah dan penyakit yang sering ditemukan pada daun Aglaonema:

#1. Daun Aglaonema Terbakar

Adalah kondisi di mana daun Aglaonema menguning, namun kering seperti terbakar. Bagian yang terbakar sering kali bukan daun secara keseluruhan, tapi hanya di bagian-bagian tertentu pada daunnya saja.

Kalau kamu meletakkan Aglaonema di bawah sinar matahari langsung, maka kemungkinan besar inilah penyebabnya. Sebab, Aglaonema bukanlah jenis tanaman yang mampu hidup di bawah panasnya matahari tanpa naungan.

Untuk mengatasinya, tentu saja kamu harus memindahkan penempatannya terlebih dahulu. Kamu juga bisa membuang daun yang sudah rusak, karena tidak mungkin akan menjadi sehat kembali.

#2. Daun Aglaonema Menguning

Kalau kamu mendapati daun dari tanaman ini menguning, bisa jadi ada kesalahan dalam pola penyiraman yang biasa kamu lakukan. Ini mungkin dikarenakan terlalu sedikit penyiramannya dan bisa pula karena terlalu banyak penyiraman.

Bagaimana cara membedakannya?

Kalau daunnya menguning karena kekurangan air, maka warna kuning tersebut akan terlihat kering pastinya. Sebaliknya, jika Aglaonema terlalu banyak air, maka kuning pada daunnya itu akan terlihat seperti busuk, di mana inilah kondisi yang lebih sering terjadi.

Selain memperbaiki penyiraman, media tanam juga bisa berpengaruh, lho. Boleh jadi media tanam yang kamu gunakan terlalu padat, sehingga air sulit mengalir dan tersimpan terlalu lama. Akhirnya, kondisi ini mengakibatkan terjadinya pembusukan.

#3. Warna Memudar

Biasanya, kondisi ini berkaitan dengan faktor pencahayaan. Baik kondisi terlalu rendah cahaya maupun sebaliknya, sama-sama dapat mempengaruhi warna daun pada Aglaonema.

Jika kamu mengharapkan corak dan warna yang optimal, maka sebaiknya kamu meletakkan Aglaonema di tempat terang, namun teduh dan suhunya tidak terlalu tinggi.

#4. Daun Aglaonema Kerdil

Banyak hal yang bisa mempengaruhi pertumbuhan daun baru Aglaonema. Namun secara garis besar, kondisi ini disebabkan karena asupan nutrisi ke daun yang kurang optimal, sehingga pertumbuhannya sudah pasti terganggu.

Kadang pemicunya sangat sepele, yakni ketika Aglaonema tersebut mengeluarkan bunganya. Coba perhatikan, deh. Setiap kali tanaman hias ini berbunga, daun baru yang tumbuh berbarengan dengan bunga tersebut pasti berukuran lebih kecil, bukan?

Wajar saja, karena saat bunga muncul, maka Aglaonema juga harus mengalihkan nutrisinya untuk bunga tersebut. Akibatnya, asupan nutrisi untuk daun akan berkurang, sehingga ukurannya pun menjadi lebih kecil.

Meski sangat sepele seperti ini, nyatanya kondisi inilah yang paling sering terjadi. Jadi, kalau kamu ingin daunnya tetap berukuran normal, sebaiknya pangkas saja bunga tersebut. Toh, tidak indah juga dari segi estetika. Kecuali kalau kamu berencana untuk melakukan polinasi.

#5. Terserang Hama dan Penyakit

Ada banyak sekali jenis penyakit yang bisa menyerang Aglaonema. Mulai dari kalangan hama serangga, jamur, bakteri, hingga virus.

Paling sering dijumpai adalah kutu putih, alias mealybug. Kutu ini akan menempel pada daun, baik di atas maupun bawahnya, sehingga merusak penampilan, bahkan mengganggu kesehatannya.

Atau, jika kamu mungkin mendapati daun Aglaonema kamu berlubang, bukan tidak mungkin juga ada serangga tertentu yang memakan daunnya, seperti ulat atau belalang misalnya.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan pestisida sesuai kebutuhan. Cara pakai, dosis, dan banyaknya pengulangan harus sesuai aturan, ya. Jika tidak, hama malah bisa menjadi kebal terhadap pestisida tersebut. Ini dikenal dengan istilah “resistensi hama”.

Akhir Kata

Nah, setidaknya 5 kondisi di atas tadi sudah mewakili beberapa masalah yang paling sering dijumpai pada daun Aglaonema. Meski begitu, kamu juga harus tahu, bahwa selain kelima kondisi tersebut masih ada banyak lagi masalah-masalah lainnya yang bisa terjadi.

Kamu punya masalah dengan daun Aglaonema yang belum dibahas di artikel ini? Yuk, kirimkan di komentar, dan kita cari solusinya bersama.

Semoga bermanfaat.

About the author

INSVIRA

Add Comment

Click here to post a comment