Home » Tanaman Hias » Yuk, Bikin Sendiri! Inilah Cara Okulasi (Sambung Pucuk) Anting Putri
Tanaman Hias

Yuk, Bikin Sendiri! Inilah Cara Okulasi (Sambung Pucuk) Anting Putri

Cara Okulasi, Sambung Pucuk, atau Sambung Sisip Anting Putri
Insvira.com

Ingin tahu cara okulasi anting putri? Bisa dipelajari, kok. Asal sudah tahu ilmunya, prakteknya nggak sulit-sulit amat, lho.

Anting putri sendiri memang populer banget dipilih sebagai display utama di taman-taman minimalis. Bentuknya yang khas menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang kepincut sama tanaman satu ini.

Tapi seperti yang sudah kita ketahui, sebetulnya tanaman ini merupakan 2 jenis berbeda yang digabungkan menjadi satu. Batang bawahnya menggunakan tanaman mentaos, sedangkan anting putri dipilih sebagai batang atas sekaligus daunnya.

Cara Okulasi (Sambung Pucuk) Anting Putri dengan Mentaos

Okulasi anting putri, maksudnya menyambungkan tangkai anting putri ke tanaman lain, yang dalam hal ini kita akan menggunakan tanaman mentaos sebagai batang bawahnya. Kegiatan ini juga dikenal sebagai grafting atau sambung pucuk.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari bagaimana caranya melakukan okulasi untuk tanaman anting putri.

Pasti penasaran bagaimana caranya, kan? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya:

Ini Bahan-Bahan yang Kamu Butuhkan

Untuk melakukan okulasi pada tanaman anting putri dan mentaos, tentu ada beberapa alat dan bahan yang harus kamu siapkan terlebih dahulu. Kelengkapan yang dibutuhkan tersebut antara lain meliputi:

  • Tanaman anting putri
  • Tanaman mentaos atau yang juga dikenal sebagai wintaos
  • Gunting stek, atau bisa diganti gunting biasa
  • Gergaji atau alat pemotong lainnya yang bisa gunakan untuk memotong batang bawah
  • Pisau stek, bisa diganti dengan pisau tajam, silet, atau sejenisnya
  • Beberapa lembar plastik es

Langkah-Langkah Okulasi Anting Putri

Setelah semua alat dan bahan yang diperlukan siap, sekarang kita bisa langsung melakukan okulasi anting putri. Berikut ini cara melakukan okulasi untuk tanaman anting putri:

#1. Membuat Tali dari Plastik Es

Agar proses pemasangan nantinya bisa berlangsung cepat, maka sebaiknya kita siapkan dulu tali pengikatnya yang akan kita buat dari plastik es.

Caranya mudah, kok. Kamu hanya perlu memotong plastik es secara vertikal menjadi beberapa bagian dan berbentuk seperti tali. Potong seperti gambar di bawah ini, ya:

Insvira.com

Dengan potongan seperti itu, maka hasilnya akan menjadi tali seperti berikut ini:

Insvira.com

Berapa banyaknya sesuaikan saja dengan berapa batang yang akan kamu sambungkan. Tapi harus diingat juga, tali plastik ini akan kita gunakan untuk mengikat sambungan dan mengikat sungkup. Jadi, siapkan sebanyak jumlah batang dan dikali 2.

#2. Menyiapkan Batang Bawah (Mentaos)

Selanjutnya, sekarang kita siapkan dulu batang bawahnya, yakni tanaman mentaos. Batang bawah ini harus dipastikan hidup, ya. Seandainya kamu mendapatkan batang bawah dalam keadaan gundul, biarkan tumbuh beberapa daun aslinya terlebih dahulu.

Sedangkan jika kamu sudah yakin bahwa batang bawah tersebut hidup, maka kamu bisa langsung melakukan proses pengerjaannya.

Di sini, silakan kamu siram terlebih dahulu dengan air yang cukup banyak sampai media tanam basah seutuhnya. Sebab, sampai batang atas nantinya dipastikan tumbuh, tanaman ini tidak boleh disiram, karena dapat mengakibatkan pembusukan dan tumbuhnya jamur.

Padahal, proses ini akan memakan waktu yang sangat lama, bukan? Bukan sehari atau dua hari, tapi hingga berminggu-minggu. Untuk itu, penyiraman penting sekali dilakukan di tahap awal ini.

Berikutnya, kamu diharuskan untuk memotong bawah secara horizontal, sehingga nampak seperti batang pohon yang ditebang. Potong semua bagian cabang yang kira-kira ingin kamu tempelkan dengan batang atas.

Hasilnya kira-kira seperti gambar berikut ini:

Insvira.com

Di samping itu, jangan lupa juga untuk membuang semua daun asli dari batang bawah, karena akan mengganggu pertumbuhan dan asupan gizi batang atas nanti.

#3. Menyiapkan Batang Atas (Anting Putri)

Batang bawah telah siap, sekarang giliran batang atasnya yang disiapkan, alias tanaman anting putri.

Silakan potong tangkai anting putri menggunakan gunting stek atau gunting biasa. Tangkai inilah yang nantinya akan ditempelkan ke batang bawah.

Tangkai yang harus dipilih ialah tangkai anting putri yang tidak terlalu tua dan tidak pula terlalu muda. Tangkai yang terlalu tua diketahui sulit tumbuh dan lebih sedikit mengandung getah, sedangkan tangkai yang terlalu muda terlalu rapuh dan mudah layu.

Potong tangkai anting putri tersebut kira-kira sepanjang 5-10 cm. Jumlah tangkai batang atas harus disesuaikan dengan jumlah cabang batang bawah, dan setiap cabang batang bawah bisa ditempelkan beberapa tangkai batang atas.

Selain itu, kamu juga boleh membuang sebagian daunnya, dan menyisakan sedikit daun mudanya saja.

Berikut ini adalah contoh batang atas yang sudah kami siapkan:

Insvira.com

#4. Melakukan Penyayatan

Proses dilanjut dengan melakukan penyayatan kulit, baik pada batang atas maupun pada batang bawah.

Pada batang atas, kupas kulit sekitar 2-3 cm dari bawah pada bagian yang akan ditempelkan. Kupas secara hati-hati menggunakan alat pemotong yang bersih dan steril. Lihat hasilnya pada gambar di bawah ini:

Insvira.com

Pun pada batang bawah, sayat kulit seperlunya sesuai dengan ukuran sayatan pada batang atas, tanpa melepas kulit yang disayat. Dengan begitu, batang atas bisa ditempelkan dengan kondisi luka yang tertutup. Contohnya seperti ini:

Insvira.com

Bentuk sayatan harus disesuaikan antara batang atas dan batang bawah, sehingga keduanya dapat ditempelkan dengan sempurna tanpa meninggalkan sisa ruang udara yang berpotensi menggagalkan proses okulasi.

#5. Menempelkan Kedua Batang

Setelah disayat, kedua batang harus segera ditempelkan sebelum getah mengering. Pastikan keduanya dapat melekat sempurna, sehingga batang atas bisa memperoleh asupan nutrisi dari batang bawah.

Batang bawah yang kamu gunakan mungkin memiliki beberapa cabang. Setiap cabang tersebut, bisa kamu tempelkan dengan 2-4 tangkai batang atas. Sesuaikan saja banyaknya dengan ukuran diameter batang bawah.

Penempelan ini dilanjut dengan mengikat kedua batang menggunakan tali plastik yang sudah kamu buat di tahap awal tadi. Ikat serapat mungkin, sehingga penempelan tidak bergeser meski tertiup angin atau tersenggol.

Ulangi langkah-langkah penempelan ini pada setiap cabang batang bawah yang akan kamu sambungkan.

#6. Menutupnya dengan Sungkup Plastik

Setelah kedua batang menempel erat-erat, kamu mesti menyungkupnya dengan plastik es lainnya. Kemudian, ikat sungkup plastik tersebut menggunakan tali plastik lagi, seperti yang kamu lakukan untuk mengikat sambungan batang.

Apa, sih, fungsi dari penyungkupan ini? Ada banyak manfaatnya. Di antaranya, sungkup berguna untuk menjaga kelembapan pada batang atas, menghindarkannya dari rintik air hujan, menghalangi hama, dan masih banyak lagi.

#7. Menyimpan Anting Putri yang Sedang Menjalani Proses Okulasi

Kini anting putri sudah terpasang pada batang bawahnya, yakni mentaos. Lantas, di manakah sebaiknya sekarang tanaman ini disimpan?

Dalam kondisi ini, anting putri sebaiknya diletakkan pada tempat-tempat teduh dan tidak terkena air hujan. Sebab, panas matahari dapat menyebabkan daun kering, sedangkan air hujan dapat memicu jamur dan pembusukan.

#8. Perawatan Selama Proses Okulasi

Setelah proses pemasangan selesai, okulasi sejatinya belum sepenuhnya berakhir. Kamu masih harus menunggu selama beberapa minggu ke depan hingga dapat dipastikan benar-benar berhasil.

Selama ini berlangsung, ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan. Di antaranya adalah soal penyiraman. Perlu digarisbawahi bahwa anting putri yang sedang dalam masa okulasi tidak perlu disiram. Itu bisa menjadi penyebab kegagalan, lho.

Kamu cukup menyemprotnya menggunakan sprayer guna menjaga kelembapan batangnya. Jika perlu disiram, hanya siramlah saat media tanam memang benar-benar mengering. Misalnya, setelah 2 minggu.

Selain itu, kamu juga harus membasmi pertumbuhan daun asli dari batang bawah atau mentaos. Jika dibiarkan, ini akan mengganggu pertumbuhan daun anting putri, karena asupan nutrisi yang kita harapkan dapat diterima oleh batang atas akan diambil alih oleh daun asli yang tumbuh.

#9. Menunggu Pertumbuhan

Setelah beberapa minggu berlalu, kamu mungkin bisa melihat progres pada tanaman anting putri yang kamu okulasi. Di sini akan terlihat, apakah batang atas menghitam dan ditumbuhi jamur, atau justru muncul tunas-tunas daun baru.

Jika kamu mendapati batang atas menghitam, berjamur, semua daun rontok, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan, maka kamu harus bersabar. Sebab, proses okulasi yang kamu lakukan gagal dan perlu diulang. Potong saja batang bawah seperti sebelumnya, lalu ulangi prosesnya.

Sebaliknya, jika kamu mendapati tanda-tanda kehidupan berkat keberadaan beberapa daun muda, selamat, maka proses okulasi hampir berhasil.  Iya, hampir berhasil, bukan pasti.

#10. Melepas Sungkup Plastik

Kapan sungkup plastik harus dilepas? Itu tadi, yaitu pada saat kamu mendapati tanda-tanda kehidupan pada anting putri yang kamu okulasi. Jika daun-daun baru sudah tumbuh, kamu bisa lepas sungkup plastik ini.

Terlambat melepas sungkup bisa mengakibatkan daun-daun baru tersebut menghitam dan rontok. Ini tidak terlalu buruk, karena masih ada kemungkin daun tersebut tumbuh kembali setelah sungkup dilepas.

Ingat! Yang dilepas pada tahap ini hanyalah sungkupnya. Jangan buru-buru melepas tali pengikatnya juga, karena biasanya kedua batang belum benar-benar menyatu.

Oh ya, setelah sungkup dilepas, anting putri sudah bisa kamu siram. Sebaiknya siram hanya bagian media tanam, sedangkan batang dan sambungan cukup disemprot saja. Penempatan juga masih harus di tempat teduh dan tidak terkena hujan, ya.

#11. Melepas Tali Pengikat

Setelah melewati lebih banyak waktu, maka batang atas akan tumbuh semakin besar. Pertumbuhan tersebut juga akan menyebabkan penyatuan, sehingga batang atas dan batang bawah seolah merupakan tanaman yang sama.

Nah, pada tahap ini, kamu sudah bisa melepas tali pengikatnya. Di samping itu, anting putri juga sudah kamu pindahkan ke tempat tanpa naungan, serta disiram secara normal layaknya tanaman pada umumnya.

Dengan begitu, maka berakhirlah serangkaian proses okulasi anting putri yang harus dilakukan. Sisanya, kamu hanya perlu mengatur pertumbuhan daun, serta mengguntingnya sesuai bentuk yang diinginkan.

Akhir Kata

Seperti itulah kira-kira cara melakukan okulasi untuk tanaman anting putri ke tanaman mentaos.

Ingat! Tidak ada yang namanya cara anti gagal. Potensi gagal bisa saja terjadi. Untuk itu, jangan ragu untuk mencoba dan jangan pula menyerah jika mengalami kegagalan. Seiring waktu, kamu juga pastinya akan semakin paham dan terbiasa dengan langkah-langkah yang harus dilakukan.

Punya pertanyaan tentang tutorial ini? Yuk, kirimkan saja lewat kolom komentar di bawah ini.

Semoga bermanfaat!

About the author

INSVIRA

Add Comment

Click here to post a comment