Home » Tanaman Hias » Cara Merawat Dieffenbachia, Daun Bahagia yang Minim Perawatan
Tanaman Hias

Cara Merawat Dieffenbachia, Daun Bahagia yang Minim Perawatan

Cara Merawat Tanaman Dieffenbachia
www.Thespruce.com

Cara merawat Dieffenbachia tidak sulit, kok. Tanaman ini disebut-sebut relatif minim akan perawatan. Hanya perlu disiram saat media telah mengering saja, juga cukup tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Kamu juga mungkin menyadari, bahwa sebagian jenis Dieffenbachia sering kali bisa bertahan dalam kondisi nyaris tanpa perawatan, ditanam di tanah begitu saja, serta di bawah paparan sinar matahari tanpa naungan sedikit pun.

Mungkin memang jadi kurang bagus. Tapi kalau kamu melihatnya dari sudut pandang lain, itu justru membuktikan ketangguhan tanaman satu ini. Merupakan suatu hal yang mustahil bagi tanaman-tanaman ringkih, bukan?

Yuk, kita pelajari bagaimana cara yang tepat untuk merawat tanaman Dieffenbachia ini!

Cara Merawat Tanaman Dieffenbachia

Cara Merawat Dieffenbachia Relatif Mudah dan Minim Perawatan
www.Miraclegro.com

Dieffenbachia memang termasuk genus tangguh dari keluarga Araceae. Meski begitu, kalau kamu mengharapkan pancaran keindahan yang optimal, maka perawatan rutin harus senantiasa kamu lakukan.

Tenang saja, perawatannya tidak bisa disebut merepotkan, kok. Bahkan, sekalipun ada sekali perawatan yang terlewat, mungkin tidak akan memberikan dampak yang terlalu signifikan pada tanaman ini.

Nah, setidaknya ada 4 langkah besar terkait perawatan Dieffenbachia yang akan kami bagikan dalam pembahasan ini. Kita sebut saja sebagai 4P, yaitu penanaman, penempatan, penyiraman, dan pemupukan.

#1. Penanaman

Sebelum melakukan perawatan rutin, tahap pertama yang paling mungkin dilakukan adalah menanamnya terlebih dahulu.

Tanaman Dieffenbachia yang baru saja kamu dapatkan, mungkin masih dalam kondisi ala kadarnya. Mungkin masih menggunakan media berupa sekam bakar tanpa campuran, masih menggunakan polybag sebagai wadahnya, atau bahkan masih berupa cutting-an yang belum ditanam.

Maka dari itu, pada tahap ini, kamu mungkin diharuskan untuk menanam terlebih dahulu Dieffenbachia yang kamu miliki.

Dieffenbachia harus ditanam pada media tanam yang porous dan memiliki drainase yang baik, namun juga mampu mengikat air. Misalnya sekam bakar dengan campuran sedikit tanah dan pupuk kandang. Kamu juga perlu mengevaluasi media tanam yang digunakan tersebut, ya.

Terkait potnya, kamu bisa gunakan pot plastik maupun pot dari bahan lainnya. Yang terpenting, pot yang digunakan tersebut haruslah memiliki lubang drainase cukup banyak, agar air bekas siraman tidak membanjiri media tanam terlalu lama.

#2. Penempatan

Selanjutnya, setelah Dieffenbachia ditanam dengan baik, maka selanjutnya kamu harus memilih penempatan di mana pot akan diletakkan.

Secara umum, kebanyakan jenis Dieffenbachia lebih menyukai penempatan yang terang, namun dengan naungan. Artinya, tanaman ini membutuhkan penempatan dengan paparan sinar matahari yang tidak langsung.

Bagaimana jika ditanam di tanah dan di bawah sinar matahari langsung? Dieffenbachia mungkin masih mampu bertahan, karena biasanya tidak seringkih Aglaonema. Hanya saja, kondisinya mungkin tidak optimal, khususnya bagian daun yang mungkin akan sedikit terbakar.

#3. Penyiraman

Soal penyiraman, berapa lamanya akan dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari kemampuan media tanam dalam mengikat air dan menjaga kelembapan, kelembapan lingkungan, curah hujan jika diletakkan di tempat-tempat terbuka, dan lain sebagainya.

Pada intinya, Dieffenbachia perlu disiram sesaat media tanam telah mengering, khususnya beberapa cm dari permukaan media. Penyiraman yang terlalu banyak atau sebaliknya, sama-sama bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan Dieffenbachia.

#4. Pemupukan

Perlukah Dieffenbachia diberi pupuk? Kalau ingin optimal, sebaiknya iya. Meskipun pada prakteknya, banyak Dieffenbachia yang tumbuh subur makmur meski tanpa diberi pupuk secara rutin oleh pemiliknya.

Pupuk yang bisa kamu gunakan untuk Dieffenbachia, di antaranya adalah pupuk kompos yang digunakan sebagai campuran media tanam. Penggunaannya tidak perlu terlalu banyak. Satu dari tiga bagian media tanam juga bahkan sudah bisa dikatakan banyak.

Selanjutnya adalah pupuk slow release yang bisa kamu taburkan langsung di atas media tanam. Penggunaannya tidak merepotkan, kok. Pupuk ini diberikan paling cepat 2 minggu setelah Dieffenbachia ditanam, dan hanya diberikan dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan sekali.

Lebih dari itu, kalau mau, kamu juga bisa menambahkan pupuk daun yang dilarutkan ke dalam air, lalu disemprotkan langsung ke stomata Dieffenbachia. Sayangnya, pemupukan dengan cara ini mungkin lebih merepotkan, karena biasanya harus dilakukan 2-4 pekan sekali.

Ingin menggunakan pupuk organik? Bisa, kok. Misalnya dengan menggunakan air bekas cucian beras. Kamu bisa gunakan ini pada setiap kali penyiraman. Selain itu, sampah dapur seperti cangkang telur yang dihaluskan juga bisa kamu manfaatkan sebagai pupuk organik untuk Dieffenbachia.

Akhir Kata

Seperti itulah kira-kira cara mudah dalam merawat tanaman Dieffenbachia. Karena tanaman ini merupakan keluarga Araceae yang relatif tangguh, maka perawatannya pun bisa dibuat sesederhana mungkin.

Sebagai penutup, buat kamu yang punya pengalaman dalam merawat Dieffenbachia, ayo tuliskan kesan dan keluh kesahmu dalam merawat tanaman ini di kolom komentar!  

Semoga bermanfaat.

About the author

INSVIRA

Add Comment

Click here to post a comment