Home » Tanaman Hias » Lagi Naik Daun, nih. Sulit Nggak sih, Cara Merawat Calathea Itu?
Tanaman Hias

Lagi Naik Daun, nih. Sulit Nggak sih, Cara Merawat Calathea Itu?

Ilustrasi Cara Merawat Calathea
Kredit Gambar: David Mark dari Pixabay

Cara merawat Calathea tidak cukup hanya dilakukan dengan sepenuh hati saja. Sebab, dibutuhkan ilmu yang tepat agar membuatnya tampak cantik dan subur. Paling tidak, kita harus memahami dasar-dasar karakter dan perawatannya.

Di masa pandemi covid, banyak orang yang memulai bercocok tanam sebagai hobi barunya. Nah, salah satu tanaman yang naik daun adalah tanaman hias Calathea ini. Karena itu, tidak heran banyak yang bertanya-tanya soal perawatannya.

Jadi, seperti apa sih, cara merawat Calathea yang benar? Adakah perhatian khusus yang perlu diberikan? Yuk, mari kita kupas tuntas bahasannya di sini.

Mengenal Karakteristik Tanaman Calathea

Sebelum mulai membahas perawatannya, ada baiknya untuk mengenali lebih dulu karakteristik dari tanaman ini sendiri.

Ini jelas bukan tanpa alasan. Sebab, jika kita memahami karakter yang dimilikinya, maka kita pun bakal lebih mudah dalam memenuhi apa-apa yang dibutuhkannya bukan?

Jadi, dalam klasifikasinya, Calathea itu berada di tingkatan genus. Di bawahnya masih ada banyak spesiesnya lagi. Misalnya:

  • Calathea Black Lipstick,
  • Calathea Ornata,
  • Calathea bulu ayam,
  • dan jenis-jenis lainnya.

Untuk belajar merawatnya, memang sih akan lebih baik jika kita membahasnya secara lebih spesifik, yakni berdasarkan spesies Calathea apa yang akan kita rawat. Tapi tidak mengapa, deh. Karena secara umum, Calathea memiliki karakter yang mirip-mirip antara tiap jenisnya.

Calathea bukan tergolong tanaman yang tahan panas. Ia lebih senang hidup di bawah tempat yang bernaung, tidak terkena sinar matahari langsung, juga sejuk.

Ingin tahu apa jadinya jika Calathea disimpan di bawah sinar matahari langsung? Yup, daunnya akan kering terbakar, sehingga rusak dan menjadi kecokelatan.

Wajar sih, mengingat tanaman Calathea itu memang berasal dari wilayah-wilayah beriklim tropis, di mana lokasi semacam ini identik dengan kondisi lingkungan yang teduh dan lembab.

Selanjutnya, kebanyakan jenis Calathea juga sering ditemukan dalam kondisi menggulungkan daunnya. Kondisi ini mungkin tergolong normal jika hanya terjadi pada malam hari. Namun di luar itu, bisa jadi mengindikasikan adanya ketidakcocokan dalam perawatannya.

Cara Merawat Calathea

Setelah mengetahui sedikit tentang karakternya, sekarang kita bisa mempelajari tentang cara merawatnya. Berikut ulasannya:

#1. Cara Merawat Calathea Diawali dengan Memilih Media Tanam

Media Tanam Seperti Apa yang Bagus untuk Calathea?
Kredit Gambar: Free-Photos dari Pixabay

Untuk mendapatkan pertumbuhan Calathea yang baik, maka media tanam menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab, proses menanam tanaman ke medianya adalah hal yang pertama kali dilakukan, dalam serangkaian proses perawatan yang ada.

Kembali ke habitat aslinya, di mana Calathea tergolong tanaman tropis. Oleh karena itu, media tanam yang digunakan pun harus disesuaikan, yakni menggunakan jenis media tanam yang bersifat lembab.

Meski lembab, porousitas media tanam juga harus dijaga. Jangan sampai air terikat terlalu lama, sehingga akar selalu dalam kondisi “kebanjiran”. Bukannya subur, kondisi ini justru malah akan membuat Calathea mendapat trouble.

Tipsnya, supaya mendapat media tanam yang cocok bagi Calathea, kita bisa menggunakan beberapa jenis media dengan takaran yang berbeda, kemudian mencampurkannya secara merata. Media campuran seperti inilah yang akan kita gunakan nantinya.

Bahasan detail tentang media tanam Calathea dapat kamu baca di artikel ini, ya.

#2. Pemilihan Pot Juga Harus Mendapat Perhatian

Pot Apa yang Cocok Buat Calathea?
Kredit Gambar: Manfred Richter dari Pixabay

Seberapa erat sih, kaitan antara Calathea dengan potnya? Entahlah. Namun yang pasti, pot berperan ibarat pakaian bagi tanaman. Pot yang bagus akan memberikan kesan yang lebih bagi tanamannya bukan?

Sebagian sumber juga mengatakan, bahwa Calathea akan lebih cocok ditanam dalam pot plastik dibanding pot tanah liat (terakota), khususnya di daerah yang kering. Mengapa? Karena pot terakota diketahui bisa menyerap kelembaban dari media.

Kendati demikian, hal ini mungkin tidak terlalu signifikan bagi pertumbuhan Calathea, apalagi jika kita sebagai orang yang merawatnya dapat menyesuaikan durasi penyiraman dan lokasi peletakannya.

Lubang drainase pada pot justru lebih penting untuk diperhatikan. Beberapa pot mungkin hanya memiliki sedikit lubang, atau bahkan dijual dalam keadaan masih tertutup.

Apa akibatnya? Jika ini digunakan, maka air penyiraman tidak dapat langsung mengalir terbuang. Meski media yang digunakan sudah porous, namun bagian bawah pot justru malah menutupi air sisa siramannya. Alhasil, akar pun menjadi rentan busuk atau berjamur.

Pot plastik berwarna putih mungkin layak menjadi pilihan. Warna putih memberikan kesan minimalis pada tanaman, sedangkan bahan plastik mampu menjaga kelembaban media serta memudahkan kita menambah lubang drainase jika dibutuhkan.

#3. Di Mana Idealnya Meletakkan Tanaman Calathea?

Lokasi Penyimpanan Calathea
Kredit Gambar: Marzenna Gaines dari Pixabay

Media tanam sudah, pot juga sudah. Sekarang Calathea sudah bisa ditanam.

Nah, selanjutnya di mana nih, tanaman Calathea yang sudah kita tanam tadi harus disimpan? Apa di teras? Apa sebagai tanaman indoor? Atau mungkin di taman depan rumah?

Peletakan Calathea menjadi poin perawatan yang cukup vital. Sebab, jika kita sampai meletakannya di tempat yang salah, maka pertumbuhannya dapat terganggu, bahkan beresiko membuatnya tak mampu bertahan lama.

Ingat! Calathea bukan tanaman yang tahan panas. Ia bahkan hidup pada lingkungan yang minim cahaya.

Bukan tidak butuh ya, namun hanya membutuhkan sedikit cahaya saja. Tidak berlebih dan tidak pula disinari matahari secara langsung. Semakin gelap daun Calathea, maka semakin minim pula kebutuhan cahayanya.

Masalah akibat kesalahan peletakan ini merupakan salah satu masalah yang paling sering ditemui oleh penghobi Calathea pemula. Karena menyimpannya di area panas dan penuh cahaya, alhasil daun pun menjadi berubah warna, kering, hingga akhirnya mati.

Maka dari itu, menyimpannya di teras beratap, atau menjadikannya tanaman indoor bisa menjadi pilihan yang tepat. Intinya di tempat yang teduh, deh.

Sedangkan jika area taman terbilang asri, suhunya tidak terlalu tinggi, serta ada pohon besar yang dapat menaunginya, mungkin kondisi lingkungan seperti ini masih bisa dipilih, meski tetap kurang disarankan.

#4. Penyiraman Menjadi Bagian Tersering Dalam Serangkaian Cara Merawat Calathea

Memperhatikan Penyiraman
Kredit Gambar: jacqueline macou dari Pixabay

Bagian paling sering yang harus kita lakukan dalam merawat Calathea adalah menyiramnya. Hal ini perlu rutin dilakukan sekian hari sekali, setiap kali media tanam sudah membutuhkan guyuran air nan segar.

Tidak perlu setiap hari juga. Tanaman cukup disiram setiap media sudah mengering saja. Apalagi karena tanaman ini disimpan pada lingkungan yang teduh, maka durasi waktu pengeringan media pun tidak akan berjalan secepat jika ia disimpan di bawah sinar matahari langsung.

Berapa lama pastinya? Ini relatif. Triknya, coba masukkan jari kita ke dalam media, atau gunakan alat bantu semacam lidi dan tusuk sate. Melalui cara ini, kita bisa memastikan kelembaban pada media, dan memutuskan apakah sudah waktunya disiram atau belum.

Siram dengan mengguyurnya, agar seluruh bagian tanaman menikmati kesegarannya. Tak apa mengguyurnya dengan air yang cukup banyak. Toh, sebelumnya kita sudah memastikan media yang digunakan bersifat porous, bukan?

Selain itu, Calathea juga kan memang membutuhkan kelembaban yang tinggi. Tingkat kelembaban yang ideal bagi Calathea kira-kira 50%. Beberapa spesies yang sensitif mungkin perlu lebih, namun spesies yang adaptif bisa beratahan di bawah angka tadi.

Satu lagi. Calathea lebih menyukai disiram dengan air yang telah dideklorinasi. Mungkin sulit untuk mengecek apakah air di rumah kita mengandung klorin aktif atau tidak.

Oleh karenanya, kita bisa mengendapkan air tersebut dulu semalaman sebelum disiramkan pada Calathea.

#5. Pemupukan dan Pencegahan Hama

Bagian Lanjutan Dalam Cara Merawat Calathea
Kredit Gambar: Dominic Alberts dari Pixabay

Di tingkat lanjutan, sebenarnya Calathea perlu mendapat pemupukan dan pencegahan hama. Sayangnya, tahap ini sering kali tidak dilakukan. Sebabnya mungkin karena terkesan merepotkan.

Sebagian hobbyist ada yang biasa menggunakan pupuk NPK, pupuk Osmocote, atau mungkin pupuk lainnya. Sedangkan untuk dosisnya dapat disesuaikan dengan aturannya.

Penggunaan pupuk alami pun sejatinya tak masalah, kok. Bahan-bahan sisa dapur bahkan diketahui bagus bagi kesuburannya. Misalnya, penggunaan air sisa cucian beras. Pemupukan dengan bahan alami dapat lebih sering dilakukan ketimbang pupuk kimia.

Basmi juga hama dan gulma di sekitar tempat tumbuh Calathea. Pastikan tidak ada tanaman liar yang ikut menyerap nutrisi dari media di sana, tidak ada ulat, semut, belalang, kutu putih, serta hama-hama lainnya.

Akhir Kata

Nah, begitulah pembahasan menarik seputar cara merawat Calathea. Mudah-mudahan artikel ini dapat dipahami dengan mudah, sehingga tanaman Calathea yang Anda rawat dapat tumbuh subur, cantik, dan sehat.

Semoga bermanfaat.