Home » Tanaman Hias » Bagaimana Cara Merawat Alocasia yang Tepat? Ini Panduannya
Tanaman Hias

Bagaimana Cara Merawat Alocasia yang Tepat? Ini Panduannya

Bagaimana Cara Merawat Alocasia yang Benar?
Pixabay

Cara merawat Alocasia sebetulnya mudah, kok. Tanaman ini bisa menjadi sosok yang tangguh, selama memperoleh apa-apa yang dibutuhkannya. Jika merasa nyaman, tampilannya bisa jadi sangat memesona, lho.

Masalahnya, kamu sudah tahu belum bagaimana cara merawat tanaman hias ini dengan benar? Kalau belum, maka ini jadi PR buat kamu untuk mempelajarinya. Sebab, pastinya kamu nggak mau alocasia kamu kenapa-kenapa karena salah perawatan, bukan?

Yuk, kita pelajari bagaimana cara merawatnya di sini!

Cara Merawat Alocasia Dimulai Sejak Memilih Penempatannya

Dimana Alocasia Ditempatkan?
Voi.id

Penempatan adalah salah satu masalah awal dalam serangkaian proses merawat Alocasia. Ini dikarenakan, alocasia butuh penempatan yang menyerupai habitat aslinya, agar daunnya tidak rusak akibat faktor lingkungan.

Di habitat aslinya, Alocasia tumbuh di bawah naungan kanopi dari pepohonan besar di dalam hutan. Oleh sebab itu, Alocasia tidak terbiasa dengan paparan sinar matahari langsung, yang mana hal tersebut bisa menyebabkan daunnya terbakar.

Meski demikian, bukan berarti Alocasia sangat anti terhadap sinar matahari. Justru sebaliknya, kekurangan cahaya pun bukan hal yang baik untuknya. Sebaiknya Alocasia tetap memperoleh cahaya matahari, namun tidak langsung.

Menempatkan Alocasia di teras rumah dengan kanopi mungkin ide yang baik. Umumnya, tempat seperti itu masih memperoleh cahaya matahari, namun tetap terhindar dari sengatan cahaya yang terlalu terik di siang hari.

Lebih baik lagi menggunakan paranet. Dari segi fungsi, ini bisa menjadi opsi terbaik. Namun penggunaannya mungkin kurang cantik dari segi estetika, apalagi jika Alocasia memang ditujukan sebagai tanaman penghias rumah.

Alternatif lainnya, kamu juga bisa meletakkan Alocasia di bawah naungan pohon besar jika ada. Ini akan mengingatkannya sebagaimana yang ada di habitat aslinya.

Bagaimana Cara Merawat Alocasia? Ini Rutinitasnya

Seperti Inilah Rutinitas Cara Merawat Alocasia
Blog.Symmetrees.com

Terkait perawatan rutin untuk tanaman hias Alocasia, setidaknya di sini ada 3 aktivitas yang harus kamu lakukan. Paling sering adalah proses penyiraman, dilanjut dengan pemupukan jika sudah masuk waktunya, dan mengganti media tanam jika diperlukan.

#1. Penyiraman

Adalah bagian dari serangkaian cara merawat Alocasia yang paling sering dilakukan nantinya. Yup, apalagi kalau bukan menyiramnya? Tidak harus setiap hari juga, kok. Cukup siram saat memang sudah dibutuhkan saja.

Kapan Alocasia butuh disiram? Jawabannya ialah ketika media tanam Alocasia sudah mulai kehilangan kelembapannya. Berapa lamanya tergantung, karena ada pengaruh faktor media tanam apa yang digunakan, kelembapan lingkungan, dan lain sebagainya.

Media tanam yang digunakan Alocasia tentu tidak sama dengan yang digunakan untuk kaktus. Alocasia biasanya akan menggunakan media tanam yang dibuat lebih lembap dan lebih mengikat air.

Meski durasi penyiramannya bisa jadi sama dengan kaktus, tapi kemampuan media tanam dalam mengikat airnya tidak akan sama. Alocasia membutuhkan media tanam yang hampir selalu lembap setiap saat, namun bukan dalam kondisi yang becek.

Intinya, yang perlu kamu pahami adalah, baik terlalu banyak maupun terlalu sedikit penyiramannya, keduanya sama-sama bisa membawa dampak negatif bagi Alocasia itu sendiri. Jadi, penyiraman harus kamu sesuaikan, ya.

#2. Pupuk dan Anti Hama

Tahukah kamu? Alocasia sejatinya termasuk jenis tanaman aroid yang “boros” pupuk, lho. Sebab, pupuk ini dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan daun dan batangnya.

Biasanya, para penghobi menggunakan pupuk slow release untuk tanaman ini. Pupuk jenis ini tidak perlu sering-sering diberikan, ya. Pemberiannya cukup dalam kurun waktu sekitar 3 sampai 6 bulan sekali, yang tentunya juga dengan dosis sesuai.

Selain itu, pemupukan juga biasanya ditambah lagi dengan menyemprotkan pupuk daun, guna lebih mengoptimalkan lagi pertumbuhan daunnya. Penyemprotan pupuk ini bisa dilakukan sekitar 2 minggu sekali, sembari mencampurnya dengan cairan anti hama.

#3. Penggantian Pot dan Media Tanam

Seiring berjalannya waktu, ukuran Alocasia akan semakin membesar. Anakan akan bermunculan satu per satu, dan akar pun akan memenuhi ruang dalam pot. Selain itu, ini juga beriringan dengan media tanam yang semakin kehabisan unsur haranya.

Jika kondisi ini sudah terjadi, maka ini merupakan waktunya untuk mengganti pot dan media tanam Alocasia, atau biasa disebut repotting. Selain itu, di sini kamu juga bisa sekalian memisahkan anakan untuk memperbanyaknya.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan di sini. Pertama, kamu harus memperhatikan kondisi Alocasia. Sebaiknya repotting dilakukan saat alocasia berada dalam kondisi terbaiknya, untuk meminimalisir resiko stres yang bisa saja terjadi.

Kondisi pucuk dan anakan Alocasia juga harus diperhatikan. Apakah masih berupa jarum atau sudah mekar daunnya? Sebab, biasanya pertumbuhan tunas baru akan kurang sempurna jika di-repotting sebelum mekar.

Selanjutnya, kamu juga harus mencabut, melepas dari media, serta memisahkan Alocasia secara hati-hati. Alocasia umumnya tidak mengapa jika dilepas dari media secara keseluruhan, selama akarnya tidak mengalami kerusakan.

Sebagai bentuk pencegahan lainnya agar Alocasia tidak mengalami stres, kamu bisa merendamnya terlebih dahulu dengan larutan vitamin B1. Bisa juga dicampur dengan fungisida, untuk mencegah jamur pada luka di bonggol jika ada.

Terakhir, silakan tanam kembalian alocasia di media tanam baru yang masih kaya akan unsur hara. Gunakan pot dengan ukuran yang sesuai agar proporsional dipandang dan tidak mengganggu pertumbuhannya.

Ingat! Kondisi Alocasia akan menjadi lebih ringkih sesaat baru dilakukan repotting. Penempatan harus menjauhi sinar matahari yang terlalu menyengat, penyiraman tidak boleh kurang dan berlebih, serta hindari pemberian pupuk sementara waktu.

About the author

INSVIRA

Add Comment

Click here to post a comment