Home » Tanaman Hias » Cara Memperbanyak dan Menanam Dieffenbachia Hanya Semudah Ini!
Tanaman Hias

Cara Memperbanyak dan Menanam Dieffenbachia Hanya Semudah Ini!

Cara Memperbanyak Tanaman Dieffenbachia aka Daun Bahagia
Gardenandhappy.com

Kamu pastinya sedang mencari tutorial cara memperbanyak dan menanam Dieffenbachia, bukan? Nah, kamu sudah berada di tempat yang tepat, nih. Sebab, pada artikel ini, akan kami ulas langkah-langkah termudahnya.

Kalau kamu belum tahu, tanaman yang juga disebut daun bahagia ini sebetulnya tergolong tanaman hias yang cukup mudah untuk diperbanyak, lho. Metodenya pun beragam, mulai dari stek batang, pencangkokan, dari benihnya langsung, dan lain sebagainya.

Yuk, kita sama-sama pelajari, bagaimana cara yang mudah untuk memperbanyak Dieffenbachia.

Cara Memperbanyak dan Menanam Dieffenbachia

Menurut kami, cara termudah dan punya tingkat keberhasilan tinggi untuk memperbanyak tanaman ini ialah dengan metode stek batang.

Pasalnya, dengan metode ini, kita hanya perlu menumbuhkan akar untuk tanaman baru saja, serta membiarkan tanaman indukan untuk menumbuhkan batang dan daunnya kembali.

Nah, selain itu, metode stek batang juga bisa dibagi menjadi 2 cara lagi dalam proses pengerjaannya, yaitu:

  • Water Propagation (WP), untuk menumbuhkan akarnya terlebih dahulu sebelum ditanam
  • Tancap langsung, di mana akar dibiarkan tumbuh langsung dalam media tanam

#1. Apa yang Perlu Disiapkan?

Untuk melakukan stek batang pada Dieffenbachia, baik dengan metode water propagation maupun tancap langsung, keduanya membutuhkan perlengkapan yang hampir sama.

Di antara hal-hal yang dibutuhkan yaitu:

  • Dieffenbachia indukan
  • Gunting stek, pisau, cutter, atau alat pemotong lainnya. Harus dalam kondisi steril.
  • Fungisida (opsional)
  • Perangsang akar (opsional)
  • Vitamin B1 (opsional)
  • Wadah WP (khusus WP). Bisa menggunakan vas kaca, botol, gelas, toples, akuarium bulat, dan lain sebagainya. Diutamakan transparan agar pertumbuhan akar bisa terpantau
  • Air (khusus WP)
  • Hidroton (khusus WP dan opsional)
  • Pot atau polybag
  • Media tanam

Dalam kata lain, peralatan yang wajib tersedia hanyalah tanaman induk, alat pemotong, wadah WP (khusus WP), air (khusus WP), pot atau polybag, dan media tanam. Sisanya hanya untuk pengoptimalan saja.

#2. Cara Memperbanyak Dieffenbachia dengan Metode Water Propagation (WP)

Cara Memperbanyak Dieffenbachia dengan Water Propagation
Pinterest

Buat kamu yang ingin memperbanyak Dieffenbachia dengan cara water propagation, kamu bisa ikuti tutorialnya di bawah ini:

Langkah 1. Pertama-tama, silakan kamu potong terlebih dahulu batang utama dari Dieffenbachia yang merupakan tanaman induk, tanpa mencabutnya dari media tanam. Kamu bisa memotongnya kira-kira 5 cm dari permukaan media tanam.

Tanaman induk ini, bisa kamu bagi menjadi beberapa bagian potongan, tergantung seberapa tinggi ukurannya. Ukuran dari setiap bagian potongan, kira-kira 10 cm (tanpa menghitung ketinggian daun).

Misalnya menjadi 3 bagian, yang mana terdiri dari 10 cm bagian atas dengan daun, 10 cm bagian tengah tanpa daun dan akar, serta 10 cm bagian bawah yang juga tanpa daun dan akar.

Sedangkan pada bagian batang paling bawah yang sudah berakar, cukup kamu biarkan saja di tempat semulanya. Sebab, batang dan daun baru nantinya akan tumbuh kembali di sana.

Langkah 2. Langkah selanjutnya adalah tahap mengeringkan luka. Biarkan luka bekas potongan mengering dengan cara diangin-anginkan saja.

Selain itu, di tahap ini juga, kamu bisa mengoleskan fungisida, agar mencegah pertumbuhan jamur pada bagian luka tanaman. Biarkan sampai mengering.

Langkah 3. Tahap berikutnya adalah menyiapkan air atau larutan sebagai media dalam proses water propagation.

Tuangkan air secukupnya ke dalam wadah yang telah disediakan. Bisa berupa gelas kaca, botol kaca, toples kaca, atau lain sebagainya sebagai wadahnya. Sebaiknya gunakan wadah transparan, agar pertumbuhan akar bisa terpantau.

Kalau ada, kamu juga bisa menggunakan air yang dicampur dengan zat perangsang akar (untuk membantu pertumbuhan akar) dan vitamin B1 (sebagai asupan nutrisi tanaman selama masa WP). Jika tidak ada, menggunakan air murni pun tak masalah.

Langkah 4. Setelah luka pada Dieffenbacia yang akan ditumbuhkan mengering, kamu bisa langsung masuk ke tahap utama, yaitu memasukkannya ke dalam rendaman air guna menumbuhkan perakaran.

Silakan atur lagi ketinggian air pada tahap ini. Usahakan air hanya merendam setengah bagian dari ketinggian tiap Dieffenbachia.

Jika air merendam hingga ke bagian luka atas, silakan kurangi ketinggiannya. Sebaliknya, jika air terlalu sedikit, kamu bisa menambahkannya lagi.

Untuk opsi tambahannya, di tahap ini juga kamu bisa menambahkan media hidroton ke dalam air rendaman.

Langkah 5. Rendam Dieffenbachia hingga perakaran muncul cukup lebat.

Sebagai perawatannya, kamu harus secara rutin mengganti air setiap kali terlihat kotor, atau lambat-lambatnya seminggu sekali. Ini juga bertujuan untuk menghindari air rendaman menjadi tempat bertelurnya nyamuk.

Langkah 6. Setelah akar tumbuh cukup banyak, kamu tinggal memindahkannya ke media tanam, deh. Dieffenbachia akan tumbuh menjadi tanaman baru yang berhasil kamu perbanyak.

#3. Cara Memperbanyak Dieffenbachia dengan Metode Tancap Langsung

Tancap Langsung Dieffenbachia
Reddit

Selain dengan metode WP, Dieffenbachia juga bisa diperbanyak dengan metode tancap langsung ke media tanam. Hanya saja, cara ini mungkin memakan waktu yang lebih lama untuk menumbuhkan perakarannya.

Secara garis besar, langkah-langkahnya hampir sama dengan WP, namun melewati bagian merendamnya ke dalam air. Seperti ini detailnya:

Langkah 1. Pertama-tama, silakan potong batang Dieffenbachia. Berapa cm ketinggiannya dan berapa banyak pembagiannya, sama sebagaimana yang harus kamu lakukan pada metode WP sebelumnya.

Langkah 2. Pada langkah ini juga belum terdapat perbedaan dengan metode sebelumnya, di mana luka-luka Dieffenbachia harus dikeringkan. Kamu juga bisa mengoleskan fungisida dan zat perangsang akar di tahap ini.

Langkah 3. Barulah di langkah ketiga ini, kamu bisa langsung mencapkan Dieffenbachia ke dalam media tanam.

Media tanam yang digunakan sebaiknya bersifat gembur (porous), agar akar bisa tumbuh dengan leluasa dan tidak terhambat. Begitu pula dengan air siraman, agar bisa tersebar menyeluruh dan tidak membanjiri terlalu lama.

Untuk bagian potongan atas Dieffenbachia yang sudah terdapat daun, kamu bisa menanamnya secara vertikal seperti menanam pada umumnya. Bagian daun berada di atas, dan bagian calon akar dikubur dalam media tanam.

Sedangkan untuk bagian potongan tengan dan bawah yang tidak memiliki daun, sebaiknya ditanam secara horizontal. Bagian calon akar dikubur oleh media tanam dan bagian calon daun di atas permukaan media tanam.

Langkah 4. Terkait perawatannya, kamu harus menempatkan pot di lokasi yang hangat dan tidak terpapar oleh sinar matahari langsung.

Sedangkan untuk penyiramannya, kamu harus bisa menjaga kelembapannya agar tidak terlalu basah dan tidak pula terlalu kering.

Kamu harus berhati-hati dalam perawatannya, karena saat ini Dieffenbachia sedang dalam kondisi yang lebih ringkih dari biasanya.

Tips Aman Saat Menanam Dieffenbachia

Kamu mungkin sudah pernah mendengar, bahwa Dieffenbachia disebut-sebut sebagai tanaman hias beracun.

Ternyata, hal ini tidak salah, lho. Sebab, Dieffenbachia memiliki getah kalsium oksalat yang berbentuk jarum-jarum dalam selnya. Dampaknya bisa mengakibatkan reaksi alergi, seperti gatal-gatal hingga kejang pada bibir dan lidah.

Beberapa orang yang sensitif, anak-anak, dan hewan peliharaan, diketahui rentan terhadap resiko ini, dan mungkin saja memberikan dampak yang lebih fatal.

Untuk itu, kamu mesti memperhatikan soal keamanan dan keselamatan saat memperbanyak tanaman satu ini.

Berikut tips-tips yang bisa kami bagikan:

  • Menggunakan pakaian lengan panjang, sarung tangan, dan masker saat pengerjaan.
  • Jangan menyetuh area sensitif, seperti luka, mata, juga mulut setelah memperbanyak tanaman Dieffenbachia.
  • Lepaskan pakaian pelindung dan bersihkan diri setelah pengerjaan.
  • Jauhkan Dieffenbachia yang diperbanyak dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan, khususnya tanaman yang masih memiliki luka basah dan terbuka.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang cara memperbanyak dan menanam tanaman hias Dieffenbachia, atau yang juga dikenal dengan nama daun bahagia.

Bagaimana menurutmu? Sulit tidak memperbanyak tanaman ini? Sepertinya cukup mudah, bukan?

Semoga saja Dieffenbachia yang ingin kamu perbanyak nanti, sukses menjadi tanaman baru yang subur makmur, ya!

Semoga bermanfaat.

About the author

INSVIRA

Add Comment

Click here to post a comment