Home » Tanaman Hias » Serunya Uji Coba Media Tanam Aglaonema
Tanaman Hias

Serunya Uji Coba Media Tanam Aglaonema

Media Tanam Aglaonema
Sumber: Twitter

Dulu, ketika masih belum paham mengenai media tanam Aglaonema yang baik itu seperti apa, saya hanya menggunakan tanah humus tanpa campuran apa-apa lagi. Aglaonema masih tetap hidup sih. Hanya saja, air siraman terlihat begitu sesak untuk merembes masuk ke dasar pot.

Pasti di antara kamu yang membaca artikel ini juga ada yang pernah merasakan hal seperti itu bukan? Entah hanya menggunakan tanah humus saja, sekam padi, atau bahkan tanah merah. Jelas hasilnya akan kurang baik bagi Aglaonema.

Media tanam yang baik bagi Aglaonema, haruslah terdiri dari beberapa macam jenis media yang dicampurkan dengan takaran tertentu. Hal ini dikarenakan Aglaonema membutuhkan media yang bersifat porous, namun tetap kaya akan unsur hara di dalamnya.

Menggunakan tanah humus saja misalnya. Mungkin kebutuhan unsur haranya sudah tercukupi. Sayang media ini jelek porousitasnya, sehingga air sulit mengalir hingga ke dasar pot dan sulit untuk kering. Dampaknya mungkin Aglaonema akan mudah membusuk, apalagi jika terlalu sering menyiramnya.

Atau jika menggunakan pasir malang tanpa campuran lain. Media ini jelas sangat porous. Air akan mengalir dengan mudah, bahkan terlalu cepat sehingga akar Aglaonema belum sempat menyerapnya. Selain itu, media ini juga miskin hara sehingga kebutuhan gizinya tak akan tercukupi.

Pilihan Jenis Media Tanam Bagi Aglaonema

Variasi Media Tanam Aglaonema
Sumber: Tavip1708.Wordpress.com

Sebelum membahas komposisi media tanam Aglaonema yang tepat, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu variasi jenis media tanam yang bisa digunakan.

Secara garis besar, media tanam dapat dibagi menjadi 2 golongan:

  • Pertama, media tanam keras yang berfungsi untuk menciptakan porousitas, seperti pasir malang contohnya.
  • Kemudian yang kedua, media tanam lunak yang berguna untuk mencukupi kebutuhan unsur hara, seperti tanah humus misalnya.

Beberapa pilihan media tanam yang bisa kamu pilih untuk Aglaonema antara lain:

1. Sekam Padi

Sekam atau kulit bulir padi ternyata dapat dimanfaatkan sebagai media tanam. Penggunaannya dapat digunakan setelah dibakar terlebih dahulu (sekam bakar), atau langsung digunakan dalam keadaan mentah (sekam mentah).

Baik sekam bakar maupun sekam mentah, keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Sekam bakar memiliki keunggulan yang steril dari patogen, kaya akan karbon, dan bersifat gembur. Sayangnya, sekam bakar juga mudah lapuk, sehingga dalam penggunaannya harus lebih sering diganti.

Lain lagi dengan sekam mentah. Media ini tidak mudah lapuk, lebih mengikat air, tidak mudah menggumpal, dan memiliki kandungan kalium yang tinggi. Akan tetapi, kekurangan sekam mentah adalah miskin hara dan belum steril.

2. Cocopeat

Cocopeat merupakan jenis media tanam yang berasal dari sabut kelapa. Karakternya menyerap air lebih banyak dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup baik seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), nitrogen (N), fosfor (P), dan Kalium (K).

3. Pasir Malang

Pasir malang terbentuk dari lahar gunung berapi yang sudah dingin membatu. Jenis media yang satu ini karakternya sangat porous, kasar, dan steril. Namun pasir malang tidak bisa dijadikan media tanam utama tanpa campuran, sebab sangat miskin unsur hara.

4. Kompos

Kompos berasal dari sisa-sisa tanaman atau limbah organik, di antaranya dedauanan, jerami, rumput, dan sebagainya. Kompos sangat bagus untuk Aglaonema karena media ini berperan mengembalikan kesuburan tanah serta membantu penyerapan unsur nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh daun.

5. Pupuk Kandang

Pupuk kandang juga menjadi pupuk Aglaonema yang cocok dicampur dengan media tanam. Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara yang relatif lengkap, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Sebisa mungkin, gunakan pupuk kandang yang sudah berwarna hitam pekat agar terhindar dari patogen.

Walaupun sudah menggunakan pupuk kandang, Aglaonema juga tetap membutuhkan pupuk tambahan. Kamu bisa mempelajarinya di artikel: Pupuk yang Bagus untuk Aglaonema.

Komposisi Media Tanam Aglaonema

Mencampurkan beraneka ragam media tanam merupakan suatu aktifitas yang amat menyenangkan. Mungkin pada awalnya kita akan melakukan sedikit uji coba. Namun seiring berjalannya waktu, kita akan belajar media apa yang paling cocok bagi Aglaonema berdasarkan pengalaman yang sudah kita lalui sebelumnya.

Perlu diketahui, media tanam Aglaonema yang bagus di suatu daerah, belum tentu akan cocok jika diaplikasikan di daerah lain. Berbagai faktor lingkungan mempengaruhi kecocokan tanaman ini terhadap media, seperti curah hujan, atau suhu lingkungan di antaranya.

Sehingga, rasanya kurang pas jika kita langsung mengaplikasikan mentah-mentah media tanam yang kita pelajari dari orang lain. Sebab, media tersebut belum tentu cocok jika digunakan di daerah tempat tinggal kita.

Uji coba tentu perlu dilakukan. Jika percobaan pertama dirasa kurang memuaskan hasilnya, jangan ragu untuk mengganti komposisi tersebut. Cobalah campuran media tanam lain, kali-kali hasilnya akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Akan tetapi, jika sudah menemukan komposisi media tanam yang dirasa tepat, kita tidak perlu terlalu bersemangat menggantinya dengan campuran lain. Apalagi jika ternyata budget yang kita miliki terbatas. Tentu akan sangat disayangkan jika yang ada malah menjadi bermasalah.

Cobalah untuk memulai dengan komposisi sederhana. Misalnya sekam bakar, cocopeat, dan pasir malang dengan perbandingan 2:2:1. Bisa juga mencampurkan sekam bakar dan kompos saja dengan perbandingan 1:1.

Setelah mendapatkan komposisi media tanam yang tepat, media tersebut bisa kamu gunakan untuk semua jenis Aglaonema yang kamu miliki.

Ini akan menjadi sangat menyenangkan, khususnya buat kamu yang menjiwai aktifitas berkebun dan bercocok tanam. Rasa penasaran akan terus mendorong hati ini untuk selalu mencicipi berbagai media tanam baru. Harapannya, tak lain agar mendapatkan komposisi yang paling baik tentunya.

Rasa penasaran seperti ini juga yang akhirnya mendorong para nursery menemukan media tanam yang tak terpikirkan sebelumnya. Contohnya adalah media tanam fermentasi yang baru mulai populer digunakan pada tahun 2009 lalu.

Pada intinya, mencari media tanam Aglaonema terbaik mungkin membutuhkan waktu. Tapi, selama kita bisa menikmati prosesnya, ini akan menjadi aktifitas yang amat menyenangkan, hingga pada akhirnya akan membuahkan hasil yang memuaskan berdasarkan pengalaman.

Selamat mencoba!