Home » Tanaman Hias » Media Tanam Adenium Harus Porous, Seperti Komposisi Ini Misalnya
Tanaman Hias

Media Tanam Adenium Harus Porous, Seperti Komposisi Ini Misalnya

Media Tanam Adenium Harus Memiliki Tingkat Porousitas yang Tepat
Sumber: Picssr.com

Memilih media tanam Adenium tidak bisa sembarangan. Semua harus disesuaikan dengan karakteristik tanaman, daerah dimana ia ditanam, serta bagaimana pola penyiramannya. Ketiga hal tersebut penting untuk kamu perhatikan.

Di alamnya, Adenium merupakan tanaman semak yang tumbuh di daerah gurun berbatu, kering, juga gersang. Air sulit diperoleh di sana, terlebih lagi di saat musim kemarau tiba. Tanaman lain mungkin akan mati kekeringan jika tumbuh pada kondisi seperti itu.

Untuk mengatasinya, Adenium dibekali dengan kemampuan yang baik dalam menyimpan cadangan air. Bonggolnya yang besar itu ibarat bejana dimana cadangan air disimpan, lalu akan digunakannya saat memang diperlukan.

Hal ini perlu menjadi perhatian dalam merawatnya. Adenium yang memang sudah didesain sedemikian rupa untuk bertahan hidup dalam keadaan kering, tentu tidak akan kuat jika media tanam yang digunakan terlalu lama menyimpan air.

Tidak ada rumus komposisi media tanam yang sempurna. Media tanam Adenium yang digunakan di daerah A, mungkin akan tidak cocok jika digunakan di daerah B. Begitu pun media yang digunakan di daerah B, belum tentu cocok pula digunakan di daerah C.

Kondisi lingkungan tiap daerah tentu saja berbeda. Ada daerah yang cenderung lembab, kering, lebih banyak hama, minim cahaya matahari, curah hujan tinggi, dan lain sebagainya. Karena hal itulah media tanam yang digunakan bisa berbeda-beda setiap daerahnya.

Pola penyiraman nantinya akan mengikuti. Semakin porous media yang digunakan, maka akan semakin cepat kering pula medianya. Dan semakin cepat kering media, jarak penyiraman tentu harus semakin sering dilakukan.

Porousitas Harus Tepat

Media Tanam Adenium Harus Porous
Sumber: Mediataniindonesia.Blogspot.com

Media tanam yang baik bagi Adenium haruslah bersifat porous. Maksudnya, media tersebut gembur, serta dapat dilalui dengan mudah oleh air bekas penyiraman hingga keluar kembali melalui lubang-lubang pot.

Hal ini mengacu pada karakteristik Adenium itu sendiri yang terbiasa hidup di daerah kering. Jika media yang digunakan terlalu padat, porousitasnya akan buruk, sehingga air akan terlalu lama terikat di dalamnya.

Media tanam seperti ini jelas tidak baik bagi kesehatan Adenium, karena dapat menimbulkan beberapa masalah. Busuk akar adalah salah satu di antaranya akibat terlalu banyak menyerap cairan dari media.

Tingkat porousitas media tanam juga perlu disesuaikan. Media tanam yang terlalu porous bisa berdampak negatif pada Adenium. Mulai dari daun yang semakin berguguran karena media terlalu kering, interval penyiraman yang semakin rapat, hingga pupuk yang kurang terserap.

Pasir malang atau pasir bangunan adalah media yang sangat porous. Tapi kita tidak bisa menggunakan mutlak itu saja tanpa campuran apa-apa. Selain karena beberapa alasan tadi, kedua media ini juga miskin hara, sehingga tanaman dijamin tidak akan subur.

Oleh karena itu, perhatikanlah porousitas media tanam yang akan digunakan untuk Adenium. Ingat! Adenium bukan tanaman yang takut air. Hanya saja, ia mampu bertahan hidup dengan kondisi yang minim air.

Jenis Media Tanam Adenium

Ada beberapa jenis media tanam yang biasa digunakan oleh para hobbyist dan nursery dalam merawat Adenium. Berikut beberapa di antaranya:

1. Sekam Padi

Bisa dibilang, sekam padi ini adalah media utama sebagai pengganti tanah. Jenisnya ada 2 macam, yakni arang sekam atau sekam bakar yang sudah mengalami proses pembakaran, serta sekam mentah yang masih berwarna kecokelatan.

2. Pasir

Guna meningkatkan porousitas, pasir bisa kamu gunakan sebagai tambahan. Seperti yang sudah dibahas tadi di atas, media ini memiliki tingkat porousitas yang sangat tinggi. Baiknya, gunakanlah pasir malang. Tapi jika tidak ada, pasir bangunan bisa menjadi alternatifnya.

3. Pupuk Organik

Sebagai penyuburnya, pupuk organik perlu kamu tambahkan. Beberapa hobbyist cenderung lebih cocok menggunakan pupuk kompos, sedangkan sebagian lainnya lebih cocok menggunakan pupuk kandang. Silahkan dicoba mana yang lebih cocok dengan daerahmu!

Komposisi Media Tanam Adenium

Setiap hobbyist memiliki komposisinya masing-masing. Karena alasannya tadi, setiap daerah memiliki kecocokan yang berbeda terhadap media. Selain itu, bahkan banyak yang tidak menakar perbandingannya, hanya berdasarkan kira-kira.

  • Ada yang menyarankan menggunakan komposisi pasir malang, sekam bakar, dan kompos dengan rumus perbandingan 3 : 3 : 1.
  • Ada yang merekomendasikan sekam bakar, pupuk kandang, dan pasir bangunan dengan rumus perbandingan 1 : 1 : 1.
  • Ada juga yang biasa menggunakan campuran tanah hitam dan pupuk kandang, khusus untuk tanaman yang masih berukuran kecil agar lebih baik pertumbuhannya.
  • Dan masih banyak lagi.

Pada intinya, menemukan media tanam apa yang tepat di daerahmu harus berdasarkan pengalaman pribadi. Jangan ragu untuk mencoba atau mungkin bertanya kepada para hobbyist yang ada di sekitarmu.

Selain itu, sejatinya Adenium ini cenderung cocok dengan media apapun. Jadi tidak ada alasan lagi untuk ragu mencobanya ya. Semoga artikel ini bermanfaat…