Home » Tanaman Hias » Ingin Tau Rahasia Para Hobbyist Merawat Aglaonema? Begini Caranya
Tanaman Hias

Ingin Tau Rahasia Para Hobbyist Merawat Aglaonema? Begini Caranya

Inilah Cara Merawat Aglaonema
Sumber: Aglaonemaonline.Wordpress.com

Bagaimana sih cara merawat Aglaonema yang tepat? Perasaan, tanaman ini sudah disiram setiap hari, tapi kok daunnya malah menguning? Apa ada yang salah ya dengan cara merawatnya?

Sudah bukan rahasia lagi, Aglaonema merupakan tanaman hias yang kecantikannya memancar sepanjang hari. Tanpa perlu menunggu bunga bermekaran, kecantikan Aglaonema selalu bisa kita rasakan.

Namun sayang, banyak di antara kita yang justru merasa kesulitan saat merawat tanaman ini. Aglaonema yang dirawat bukannya semakin menawan, namun malah mengalami masalah yang bervariasi.

Ada yang daunnya malah menguning, daun baru semakin kecil, terserang hama, busuk akar, layu, dan lain-lain.

Ternyata, cara merawat Aglaonema tak sembarang siram dan kasih pupuk saja loh. Semua ada cara, serta proporsinya. Hanya perawatan yang tepat lah yang menjadikan Aglaonema bisa memancarkan keindahannya secara optimal.

Cara Merawat Aglaonema

Cara Merawat Aglaonema Agar Rimbun
Sumber: www.Casaindonesia.com

Cara merawat Aglaonema setidaknya dapat dilakukan dengan 7 langkah mudah ini, di antaranya:

  1. Memperhatikan Media Tanam
  2. Memilih Penempatan Aglaonema
  3. Melakukan Penyiraman
  4. Memberikan Pupuk dan Anti Hama
  5. Memangkas Daun Layu dan Bunga
  6. Menyingkirkan Gulma
  7. Menggunakan Semir Daun

Oya, kalau kamu ingin mengetahui juga bagaimana cara menanam tanaman ini, silahkan baca di artikel: Cara Menanam Aglaonema.

1. Memperhatikan Media Tanam

Media tanam adalah salah satu unsur terpenting bagi kelangsungan hidup Aglaonema. Media yang dipilih harus tepat, sesuai dengan karakteristik Aglaonema tentunya. Kesalahan dalam memilih media akan berpengaruh besar pada perkembangan tanaman ini.

Aglaonema berasal dari hutan hujan tropis, yang mana kondisi media di sana cenderung lembab. Lembab bukan berarti banjir. Media yang terlalu mengikat air juga akan membuat akar Aglaonema membusuk, yang kemudian disusul dengan menguningnya daun-daun di permukaan.

Kamu harus berani melakukan sedikit uji coba mengenai komposisi media tanam, sebab media harus disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Media tanam di daerah A, belum tentu akan cocok jika diterapkan di daerah B.

Pembahasan khusus mengenai media tanam yang baik untuk Aglaonema, bisa kamu lihat di artikel: Media Tanam Aglaonema.

Selain itu, media tanam juga perlu diganti secara berkala. Tak perlu khawatir, Aglaonema bukan tanaman yang mudah loyo saat terlepas dari media. Yang terpenting, akar sehatnya jangan sampai rusak.

Pupuk kimia, juga penyerapan unsur hara oleh tanaman, menyebabkan media kehilangan sumber gizinya yang kemudian perlahan-lahan menjadi semakin asam.

Saat media mulai terlihat semakin asam dan padat, perkembangan Aglaonema akan mulai mengalami penurunan. Oleh karena itulah media tanam perlu diganti secara berkala dengan media baru yang masih kaya unsur hara.

2. Memilih Penempatan Aglaonema

Di habitat aslinya, hutan hujan tropis, Aglaonema tumbuh di bawah naungan pepohonan besar. Tanaman ini tidak terbiasa dengan sengatan cahaya matahari langsung. Tanpa naungan, daunnya akan mudah kering terbakar.

Itulah sebabnya mengapa Aglaonema harus disimpan di tempat teduh. Kamu bisa menyimpannya di teras yang memiliki naungan, di bawah paranet dan plastik UV, atau di bawah pohon besar sehingga tidak terkena sinar matahari langsung.

Akan tetapi, Aglaonema juga tetap memerlukan cahaya matahari untuk kebutuhan fotosintesisnya. Sesekali, jemurlah tanaman ini di pagi hari, sebelum panas matahari terasa amat menyengat. Mungkin sekitar pukul 7 hingga 9 pagi.

3. Melakukan Penyiraman

Sebagian orang beranggapan, agar penampilan tanaman ini semakin menawan, Aglaonema perlu disiram setiap hari. Bisa jadi dia teringat karakter Aglaonema yang menyukai daerah lembab. Bahkan banyak juga yang lebih brutal, dengan menyiramnya hingga 2 kali dalam sehari.

Padahal, pemikiran seperti itu kurang tepat. Kebutuhan air Aglaonema perlu disesuaikan. Terlalu banyak air hanya akan membuat akarnya membusuk. Ingat! Aglaonema butuh media yang lembab, bukan banjir.

Siram lah Aglaonema ketika media mulai mengering dengan jumlah air yang banyak. Siram menyeluruh ke seluruh bagiannya, dari media, batang, dan daunnya. Sekali pun akar yang menyerap air, daun Aglaonema perlu terkena air untuk menghilangkan panas yang dialaminya sepanjang hari.

Kapan Aglaonema disiram? Pilihlah waktu terbaik untuk menyiramnya. Waktu terbaik untuk menyiram Aglaonema adalah ketika matahari tidak terasa menyengat, yakni di pagi atau sore hari.

4. Memberikan Pupuk dan Anti Hama

Media tanam biasanya akan dipadukan dengan pupuk kandang atau kompos. Akan tetapi, pupuk tersebut masih kurang optimal bagi Aglaonema. Tanaman ini masih membutuhkan tambahan pupuk lain, agar kecantikannya semakin optimal.

Pemberian pupuk slow release misalnya, seperti dekastar. Pupuk ini perlu diberikan setidaknya 3 bulan sekali. Berikan dengan dosis yang tepat. Kurang lebih 5-10 butir saja per pot, atau seperti menaburkan garam pada masakan. Jika terlalu banyak, Aglaonema bisa rusak, bahkan mati overdosis.

Pupuk daun juga penting bagi Aglaonema. Gunakan growmore yang dilarutkan dengan air, kemudian semprotkan secara menyeluruh, khususnya pada bagian daun.

Pemberian growmore juga bisa dicampur dengan anti hama, seperti curacron (anti serangga), fungisida (anti jamur), dan B1 (anti stres). Larutan ini bisa kamu berikan sekitar 1 bulan sekali.

Bagaimana jika khawatir dengan efek samping menggunakan pupuk kimia? Kamu bisa manfaatkan air cucian beras sebagai gantinya. Pupuk alami seperti ini bisa kamu berikan lebih sering karena minim resiko.

Baca selengkapnya tentang pupuk Aglaonema di artikel: Pupuk yang Bagus untuk Aglaonema.

5. Memangkas Daun Layu dan Bunga

Waktunya cukur tiba. Kamu harus rajin membuang daun yang layu jika terlihat. Hal ini perlu dilakukan agar daun layu tersebut tidak menular ke bagian daun yang lain.

Selain itu, bagian lain yang perlu dipangkas dari Aglaonema adalah bunganya. Mungkin masih banyak yang belum mengenal bagian ini, sebab memang bunga pada tanaman ini jarang menampakkan dirinya.

Tapi mengapa bunganya harus dipangkas? Bukankah bunga akan memperindah penampilannya?

Jawabannya, salah!

Bunga Aglaonema akan memberikan dampak negatif pada pertumbuhan daunnya. Saat ada bunga, pertumbuhannya akan lebih terfokuskan pada bagian ini, sehingga daun baru akan tumbuh dengan ukuran yang lebih kecil.

Lagi pula, bunga pada Aglaonema tidak menarik kok. Kecantikan Aglaonema akan lebih indah dengan daun besar yang rimbun dan tanpa bunga.

6. Menyingkirkan Gulma

Gulma atau tanaman liar, kehadirannya memang tidak pernah diharapkan, tapi nyatanya selalu tumbuh subur tanpa membutuhkan perhatian.

Singkirkan lah gulma yang tumbuh di permukaan media pada pot Aglaonema. Selain agar unsur hara tak terbuang sia-sia, gulma juga tentu akan mengganggu pemandangan yang ada.

7. Menggunakan Semir Daun

Semir atau kilap daun adalah solusi buat kamu yang ingin daun Aglaonema nampak lebih berkilau. Menggunakannya tentu opsional saja. Tidak sepenting menggunakan pupuk dan anti hama.

Untuk menggunakannya, kamu perlu lebih bersemangat karena harus mengelap daun Aglaonema yang banyak itu satu demi satu.

Oleskan cairan ini menggunakan spon, kain, tisu, atau kapas. Pegang punggung daun agar tidak sobek ketika proses semir dilakukan. Kemudian lap permukaan daun dengan lembut dan perlahan.

Bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mengkilapkan daun Aglaonema adalah susu. Namun tentu aroma susu akan cukup mengganggu, apalagi jika sudah menempel sekian hari.

***

Itulah beberapa cara merawat Aglaonema yang bisa kami bagikan di artikel ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat yaa…