Home » Tanaman Hias » Cara Memperbesar Bonggol Adenium Hanya Sesimpel Ini, Yuk Pelajari!
Tanaman Hias

Cara Memperbesar Bonggol Adenium Hanya Sesimpel Ini, Yuk Pelajari!

Cara Memperbesar Bonggol Adenium dengan Tepat
Sumber: Mediataniindonesia.Blogspot.com

“Wah, Bonggolnya bagus!” Ucap seorang hobbyist yang kebetulan masih pemula. “Tapi bagaimana ya cara memperbesar bonggol Adenium agar tampilannya menarik seperti itu?” Lanjut ia bergumam dalam hati.

Tema semacam ini tentu banyak dicari oleh para penggemar Adenium. Bagaimana tidak, Adenium bisa menjadi tanaman yang unik, berkat bonggolnya yang besar dan menjadi ciri khas tersendiri dari tanaman ini.

Tentang Bonggol Adenium, Kenapa Sih Bisa Membengkak?

Terlepas dari soal penampilan yang memang menarik, bonggol tersebut sejatinya bukan sekadar hiasan semata, melainkan punya peranan penting terhadap kelangsungan hidup Adenium itu sendiri, terutama di habitat aslinya.

Kita semua tau dong, bahwa Adenium ini merupakan jenis tanaman hias yang berasal dari daerah gurun. Karena air sangat sulit diperoleh di sana, Adenium harus dilengkapi kemampuan beradaptasi dengan kondisi seperti itu.

Oleh karena itu, bonggol Adenium didesain oleh Sang Pencipta untuk mampu membengkak dan menyerap air lebih banyak. Air tersebut akan disimpannya sebagai cadangan makanan, dan akan digunakannya saat memang diperlukan.

Sebetulnya bukan hanya bonggolnya saja sih yang mampu menyimpan cadangan air, hampir seluruh batangnya juga memiliki kandungan air yang tinggi. Bahkan hampir 90% bagian tanaman ini mengandung air, sehingga ia termasuk golongan sukulen.

Namun bonggol adalah bagian terbanyak yang mampu menyimpannya. Oleh karena itu, wajar saja jika bonggol tanaman ini mampu membengkak hebat, hingga menjadi sangat montok perawakannya.

Bagaimana Cara Memperbesar Bonggol Adenium?

Memperbesar Ukuran Bonggol Adenium
Sumber: Bebeja.com

Karena bonggol yang besar merupakan ciri khas dari tanaman ini, maka para hobbyist berlomba-lomba dalam merangsang pertumbuhannya, memperbesar ukurannya, dan bahkan mengkreasikannya menjadi beragam bentuk agar semakin unik dan eksotis.

Cara memperbesar bonggol Adenium mudah kok. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar bonggol Adenium bisa tumbuh lebih baik. Berikut pembahasannya…

1. Program Akar

Cara yang paling sering digunakan para hobbyist dalam memperbesar bonggol adalah dengan melakukan program akar (prokar). Dengan cara ini, biasanya bonggol akan tumbuh menyerupai kaki gurita. Kurang lebih seperti ini langkahnya:

  • Potong Adenium seperti akan melakukan stek batang, namun tepat di perbatasan bonggol dan batangnya. Usahakan potongan rata dan tidak bergelombang.
  • Kupas kulit pada keliling lingkaran bekas potongan, agar nantinya bonggol baru tumbuh dari samping.
  • Untuk mencegar jamur, busuk, dan penyakit lainnya, kamu bisa mengoleskan luka tersebut menggunakan obat tertentu, misalnya fungisida, penumbuh akar, atau bawang merah sebagai alternatif organiknya.
  • Biarkan luka mengering terkena angin.
  • Gunakan styrofoam sebagai alas penutup luka. Kamu juga bisa mengikatnya agar posisi styrofoam dan Adenium tetap menempel dengan baik.
  • Setelah proses tersebut selesai, tanam kembali Adenium, tapi dengan media tanpa pupuk dasar. Misalnya hanya sekam bakar campur pasir malang, atau bahkan pasir malang saja.
  • Simpan di tempat teduh, dan hanya terkena sinar matahari pagi saja.
  • Penyiraman harus dilakukan lebih jarang, guna menghindari pembusukan.
  • Program akar selesai! Kamu hanya perlu menunggu akar baru tumbuh. Ini mungkin akan memakan waktu cukup lama hingga bonggolnya optimal.

2. Mengubur Bonggol

Melakukan program akar memang beresiko. Buat kamu yang belum berani mencobanya, ada cara lain yang bisa menjadi alternatifnya, yaitu dengan mengubur seluruh bagian bonggol menggunakan media tanam.

Media tanam yang digunakan untuk proses pembesaran bonggol ini biasanya dicampur dengan bahan tambahan. Ada beberapa hobbyist yang terbiasa menggunakan tambahan biji kapuk, menggunakan campuran pasir gua, atau campuran bahan lainnya.

Akan tetapi, media tanam seperti tadi rasanya agak sulit didapatkan. Bahkan mungkin tidak di semua tempat tersedia, sehingga kita perlu menggantinya dengan media tanam lain.

Masih ingat pembahasan kami tentang media tanam Adenium? Di artikel tersebut, kami sudah menyebutkan bahwa media tanam pasti berbeda di setiap daerah, sehingga kamu perlu sedikit berkreasi mencari media tanam apa yang cocok di daerahmu.

Begitu pun dalam hal ini. Jika sulit menemukan bahan-bahan media tanam yang kami sebutkan tadi, kamu cukup menguburnya dengan media tanam yang sudah cocok dan biasa kamu gunakan. Yang terpenting, media tersebut gembur dan lunak.

3. Menggunakan Pot Ceper

Pernah memperhatikan kenapa banyak Adenium menggunakan pot ceper/pipih? Ternyata itu bukan soal estetika semata loh. Penggunaan pot semacam ini juga mempengaruhi pertumbuhan bonggol Adenium.

Jika menggunakan pot biasa, akar akan terus tumbuh ke bawah hingga memenuhi ruang di dalam pot. Akan tetapi, jika menggunakan pot ceper, pertumbuhan akan akan lebih terhambat ke bawah karena ukurannya yang sempit, sehingga akar akan tumbuh membesar ke bagian atas.