Home » Tanaman Hias » Bunga Adenium, Si Mawar Gurun yang Bikin Banyak Orang Kagum
Tanaman Hias

Bunga Adenium, Si Mawar Gurun yang Bikin Banyak Orang Kagum

Mengenal Bunga Adenium
Sumber: Dekoruma.com

Bunga Adenium nama aslinya. Tapi di sini, ia dikenal juga sebagai Kamboja Jepang. Sebutan yang menyesatkan sebetulnya. Padahal, Adenium bukan merupakan keluarga Bunga Kamboja, dan tidak pula berasal dari Jepang.

Menurut Wikipedia, sebutan Kamboja Jepang mungkin terinspirasi dari penampilannya yang mirip bunga Kamboja berukuran kecil, mengingat Jepang yang identik dengan seni bonsai alias tanaman kerdil.

Kota Aden di Yaman merupakan salah satu daerah asal tanaman ini. Itulah sebabnya Adenium dipilih sebagai namanya. Selain Yaman, bunga ini juga berasal dari benua Afrika hingga Asia Barat, tepatnya di wilayah gurun pasir yang tandus dan gersang.

Ciri Fisik Bunga Adenium

Perawakan Bunga Adenium
Sumber: Seedsnpots.com

Ciri khas tanaman hias satu ini terletak pada akarnya yang membengkak besar seperti umbi. Para hobbyist mengenal bagian tersebut sebagai bonggol. Fungsinya tak lain sebagai wadah penyimpanan air yang kelak menghidupinya di masa-masa paceklik.

Batangnya juga mampu menyimpan cadangan air, relatif lunak, dan tidak berkayu, sehingga termasuk ke dalam golongan sukulen. Batang tersebut kadang dipangkas (prunning) agar semakin banyak percabangannya.

Bentuk daun dan bunganya sangat beragam. Beda jenisnya, bisa berbeda pula bentuknya. Apalagi kini ditambah dengan banyaknya varietas-varietas Adenium baru, sehingga melahirkan bentuk daun dan bunga yang baru pula.

Jenis Bunga Adenium

Jenis-jenis Adenium kini sangat beragam. Namun secara garis besar, tanaman hias asal gurun ini dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yakni Adenium asli (spesies), dan Adenium hasil perkawinan silang (varietas).

Dua jenis Adenium asli yang paling populer adalah Adenium Arabicum dan Adenium Obesum. Sedangkan Adenium varietas sangat bervariasi dan terus bertambah, berkat keahlian para penggemarnya dalam mengembangbiakan tanaman ini.

Ingin tau lebih lengkap mengenai jenis-jenisnya? Yuk baca selengkapnya di artikel: Jenis Adenium.

Cara Merawat Bunga Adenium

Dalam memelihara tanaman ini, ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan. Tujuannya tak lain agar Adenium yang kamu rawat dapat tumbuh dengan baik, berbonggol besar, banyak bunganya, dan sehat tentunya.

1. Media Tanam Adenium

Media tanam yang dipilih harus memiliki porousitas yang baik, dimana sirkulasi air dan udara dapat mengalir tanpa perlu lama menggenang. Jika media terlalu lama menyimpan air, Adenium dapat mengalami masalah baru, seperti mengalami kebusukan.

Tidak ada komposisi baku dalam penggunaan media tanam. Oleh karena itu, sesuaikan lah media tanam dengan kondisi lingkungan, pola penyiraman, dan hal lainnya. Kamu bisa mencobanya dengan perpaduan sekam bakar dan kompos, serta pasir malang untuk meningkatkan porousitasnya.

2. Pemilihan Wadah Adenium

Pot ceper yang biasa digunakan untuk tanaman bonsai adalah jenis wadah yang baik bagi Adenium. Akar akan tertahan di bagian bawah, sehingga pertumbuhannya akan lebih membesar ke permukaan media.

3. Penyiraman Adenium

Penyiraman perlu dilakukan dengan jumlah dan frekuensi yang tepat. Jangan kurang dan jangan pula berlebih. Siram lah Adenium hanya ketika media kering. Estimasinya mungkin sekitar 3 sampai 7 hari sekali.

4. Pemupukan Adenium

Selain disiram, Adenium juga perlu rutin diberi pupuk agar lebat bunganya. Sama seperti kebanyakan jenis sukulen, Adenium juga lebih efektif menggunakan pupuk organik. Namun jika ingin menggunakan pupuk kimia, perhatikan lah dosisnya agar tidak malah memberikan dampak negatif pada Adenium.

5. Prunning Adenium

Untuk perawatan lanjutan, agar penampilan Adenium semakin baik, sesekali coba lah untuk melakukan prunning (pemangkasan batang). Prunning perlu dilakukan agar pertumbuhan batang tidak kurus memanjang dan semakin banyak percabangan.